AMBONKITA.COM,– Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, Datuk Husen Letsoin, ditikam orang tak dikenal (OTK), Jumat (27/2/2026). Pemuda 22 tahun ini tengah menjalani perawatan medis di RSUP dr. J. Leimena Kota Ambon.
Menanggapi kejadian itu, Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menekankan agar wilayah kampus harus jadi ruang aman dalam mengecam pendidikan, bukan sebaliknya menjadi arena kekerasan.
Penekanan ini disampaikan Kapolda Dadang saat menjenguk korban di RSUP dr. Johanes Leimena, Sabtu (28/2/2026) malam.
Kunjungan Kapolda menegaskan kehadiran negara dalam menjamin hak korban atas perlindungan, pemulihan, dan keadilan, sekaligus memastikan lingkungan kampus tetap menjadi ruang aman bagi dunia pendidikan tinggi.
Dalam suasana penuh empati, Dadang menyampaikan keprihatinannya yang mendalam dan mendoakan korban segera pulih sehingga dapat kembali melanjutkan aktivitas akademiknya.
“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab memastikan hak korban terlindungi. Proses hukum terhadap pelaku akan kami tangani secara profesional, transparan, dan tuntas sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegasnya.
Mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini mengimbau seluruh mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat luas untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memecah persatuan dan mengganggu situasi kondusif di lingkungan kampus.
“Kampus adalah ruang intelektual, bukan arena kekerasan. Mari jaga ketenangan, kedewasaan, dan percayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” tambahnya.
Saat menjenguk korban, Kapolda tidak sendiri. Turut hadir Rektor Unpatti, Ketua MUI Maluku, Wakil Ketua I Sinode GPM, pejabat utama Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, dan pejabat lainnya.
Pada kesempatan itu, pihak Kampus Orang Basudara ini menegaskan komitmennya memberikan pendampingan penuh kepada korban serta terus berkoordinasi dengan kepolisian guna mendukung proses hukum dan menjaga iklim akademik yang aman dan kondusif.
Para tokoh agama yang hadir juga menyerukan pesan damai, mengajak seluruh mahasiswa menjunjung tinggi nilai persaudaraan, toleransi, dan penyelesaian masalah melalui dialog serta jalur hukum yang beradab.
Editor: Husen Toisuta
BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS










