AMBONKITA.COM,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pendidikan, akan mengijinkan proses pembelajaran tatap muka, khususnya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pembelajaran tatap muka yang akan dilakukan tidak untuk keseluruhan. Hanya ada sebanyak 11 SMP yang sudah memenuhi kriteria belajar tatap muka di masa pendemi covid-19.
“Dari data yang kita miliki sudah ada sebelas SMP yang memasukan persyaratan dalam bentuk dokumen untuk melakukan belajar tatap muka,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Jhon Sanders, Rabu (3/11/2021).
Belasan sekolah yang sudah memenuhi kriteria untuk belajar tatap muka yaitu SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, SMP Negeri 6, SMP Negeri 8, SMP Negeri 9, SMP Negeri 13, SMP Negeri 18, SMP Santo Andreas, SMP Kalam Kudus, dan SMP Kristen.
“Sebelas sekolah itu kalau kita lihat dari persyaratan yang dimasukan ke Dinas Pendidikan, seluruhnya sudah memenuhi syarat dalam melakukan belajar tatap muka,” jelasnya.
Lantas kapan pembelajaran tatap muka akan dimulai, Jhon mengaku keputusannya berada di tangan Wali kota Ambon, Richard Louhenapessy.
“Kita akan serahkan semua laporan dulu ke Pak Walikota. Saya akan siapkan telaah kepada pak Wali kota, untuk mendapatkan pertimbangan dan rekomendasi terkait pelaksanaan belajar tatap muka,” jelasnya.
Jhon mewanti-wanti jika belasan sekolah tersebut sudah mendapatkan rekomendasi Wali kota Ambon, maka proses penerapannya tidak bisa dilakukan secara monoton.
“Harus ada simulasi belajar tatap muka dulu dari Sebelas SMP ini, yang harus kita lakukan sebagai langkah awal. Terkait kapan simulasinya, semua tergantung rekomendasi Pak Wali kota,” ujarnya.
Ia mengaku, meski proses pembelajaran tatap muka sudah berjalan bagi belasan sekolah tersebut, namun metode belajar Dalam Jaringan (Daring), masih tetap berjalan seperti biasa.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Ambon, Anthoni Gustav Latuheru, mengatakan, proses pembelajaran tatap muka bukan saja melihat mulai dari perlengkapan cuci tangan, jaga jarak, pakai masker, namun semuanya harus dipersiapkan. Seperti menggunakan sistem SIP, penghilangan waktu istirahat bermain, dan protokol kesehatan lainnya.
Penulis: Husen Toisuta












