AMBONKITA.COM,- Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa menekankan penentuan lokasi pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) atau pelabuhan terpadu di Ambon didasarkan pada hasil studi kelayakan yang dilakukan bank dunia.
“Menurut studi kelayakan bank dunia, yang paling tepat itu di Tulehu, Liang dan sekitarnya, karena berdekatan dengan pelabuhan udara dan pelabuhan utama besar Yos Sudarso,” kata Lewerissa kepada wartawan di Ambon, Jumat (6/3/2026).
Ia menilai proyek strategis tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini telah menjadi perhatian serius pemerintah, sementara DPRD berperan mengawal seluruh proses agar berjalan sesuai perencanaan.
“Proyek ini memiliki peran krusial dalam mempersiapkan infrastruktur logistik untuk kebutuhan jangka panjang Provinsi Maluku,” ujarnya.
Terkait lokasi pembangunan MIP, menurutnya pemerintah daerah juga memiliki keinginan di Pulau Seram yang memiliki potensi ekonomi luas sebagai pulau besar di Provinsi Maluku. Namun, penentuan lokasi tidak hanya berdasarkan keinginan daerah, mengingat proyek ini akan mendapatkan pendanaan dari bank dunia. Olehnya itu perlu mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan ekonomi secara matang.
“Lokasi tersebut dipilih sehingga mendukung kelancaran aktivitas logistik dan distribusi barang,” jelasnya.
Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah, aktivitas ekonomi terbesar di Provinsi Maluku saat ini berpusat di Kota Ambon. Sehingga pembangunan pelabuhan terpadu dapat langsung mendukung arus perdagangan dan distribusi barang.
Proyek ini juga diproyeksikan untuk mendukung aktivitas ekonomi masa depan, termasuk potensi kegiatan industri, terkait pengembangan sumber daya energi di kawasan blok Masela.
“Proses penentuan lokasi melibatkan pemerintah pusat dan perencanaan dari Bappenas, dengan berbagai kajian teknis yang dilakukan secara mendalam, untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat ekonomi maksimal,” katanya.
Johan menambahkan, pembangunan pelabuhan berskala internasional ini membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga tidak mungkin sepenuhnya dibiayai melalui anggaran daerah.
“Dukungan dari lembaga keuangan internasional, dan investor menjadi faktor penting dalam merealisasikan proyek ini,” ujarnya.
Ia berharap pelabuhan terpadu dapat membuka peluang ekonomi baru dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Maluku yang memiliki keterampilan di bidang terkait.
“Di sisi lain, pemerintah daerah juga tetap mendorong pengembangan wilayah lain seperti Pulau Seram, agar pertumbuhan industri dapat berkembang secara merata di masa depan,” pungkasnya.
Editor: Husen Toisuta
BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS











