AMBONKITA.COM,– PT Pertamina Patra Niaga memberikan jaminan kepada masyarakat mengenai pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional yang berada dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Idul Fitri 1447 H.
Kepastian ini disampaikan guna menepis kekhawatiran masyarakat di tengah dinamika geopolitik global yang tengah memanas, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan ketahanan stok BBM nasional saat ini berada di kisaran 21 hari. Angka ini merupakan stok operasional normal yang dikelola dalam sistem logistik energi nasional untuk menjamin kelancaran distribusi ke seluruh penjuru tanah air.
“Stok sekitar 21 hari ini bersifat dinamis dan terus diperbarui melalui produksi kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh-jauh hari. Masyarakat tidak perlu khawatir karena proses top-up atau pengisian ulang produk dilakukan secara rutin berkala,” kata Roberth dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Menanggapi ketidakpastian situasi global, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan energi. Strategi tersebut meliputi diversifikasi sumber pasokan minyak mentah, penguatan ketahanan logistik, hingga optimalisasi operasi kilang dalam negeri.
“Kami terus memantau perkembangan situasi global secara cermat dan menyiapkan langkah antisipatif agar rantai pasok energi tetap berjalan baik sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi secara optimal,” tambahnya.
Pihak Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara wajar sesuai kebutuhan.
Roberth menekankan, aksi pembelian berlebihan atau panic buying justru berisiko mengganggu distribusi yang seharusnya berjalan normal.
“Penggunaan energi secara bijak akan sangat membantu kami menjaga stabilitas distribusi, sehingga seluruh lapisan masyarakat bisa mendapatkan akses energi yang merata,” tegasnya.
Di tingkat regional, Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku, Ispiani Abbas, menegaskan komitmen yang sama juga dijalankan hingga ke wilayah timur Indonesia. Ia memastikan perencanaan suplai ke wilayah kepulauan, pegunungan, serta wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) telah dipersiapkan dengan matang.
“Seluruh Fuel Terminal di wilayah Papua dan Maluku saat ini dalam kondisi optimal. Kami memastikan keandalan suplai ke lembaga penyalur agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri terpenuhi tanpa kendala,” pungkas Ispiani.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan BBM atau layanan energi lainnya, Pertamina menyediakan layanan pengaduan dan informasi melalui Pertamina Contact Center 135.
Editor: Husen Toisuta
BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS












