AMBONKITA.COM,– Kepolisian Daerah Maluku siap mengamankan perayaan Paskah dan tradisi budaya pukul sapu di negeri Mamala dan Momerala.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto saat memimpin rapat kesiapan dua kegiatan tersebut pada Kamis (26/3/2026), menegaskan pengamanan harus dilakukan secara terencana, terukur, dan humanis, dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
“Pengamanan Paskah harus dilaksanakan secara maksimal dengan mengedepankan sinergitas seluruh personel, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah,” tegas Dadang saat rapat di ruang Command Center Polda Maluku.
Paskah, kata Dia, merupakan momentum sakral yang membutuhkan jaminan keamanan agar seluruh rangkaian ibadah berlangsung khusyuk dan kondusif. Dadang menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan pemetaan potensi kerawanan secara menyeluruh, termasuk pengamanan rumah ibadah, jalur mobilitas masyarakat, serta titik-titik keramaian.
Selain pengamanan Paskah, tradisi budaya pukul sapu yang biasanya dilakukan warga negeri Mamala dan Morella pada hari ke 7 lebaran Idul Fitri, juga menjadi perhatian khusus. Pasalnya, kegiatan ini mendapatkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dengan daya tariknya bagi wisatawan.
“Tradisi pukul sapu adalah warisan budaya yang harus dijaga. Pengamanannya harus profesional agar tetap berjalan lancar tanpa mengurangi nilai sakralnya,” ujarnya.
Dadang menegaskan pentingnya sinergitas lintas sektor, termasuk dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh adat dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Kedepankan langkah preventif dan deteksi dini. Setiap potensi gangguan harus diantisipasi agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata,” tegasnya.
Seluruh personel Kepolisian diingatkan untuk menjaga profesionalisme dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pengamanan berlangsung.
Editor: Husen Toisuta
BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS












