Ambonkita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita
terasmaluku
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita
No Result
View All Result
Ambonkita.com
No Result
View All Result
Home Catatan Kita

Perilaku Masyarakat: Ketika Mitos Menjadi “Kebenaran Kolektif”

Editor by Editor
01/31/2026
Reading Time: 2 mins read
0
Perilaku Masyarakat: Ketika Mitos Menjadi “Kebenaran Kolektif”

Dr. Abdul Manaf Tubaka, Pakar Sosiologi UINSA Ambon

Catatan : Insany Syahbarwaty*

RELATED POSTS

Menguatkan Perempuan Setelah Menikah: Menjaga Diri di Tengah Peran Baru

Integritas Media dan Responsibilitas Negara

Mitos dan Hoax KB : Rahim yang Dipenjara Kata-Kata

AMBONKITA.COM,- Teras Maluku menemui Abdul Manaf Tubaka di rumahnya yang sederhana di kawasan Kampus Universitas Islam Negeri AM Sangadji (UINSA) Ambon. Ia tengah membaca bukunya yang nyaris lebih tebal dari sepatu wedges istrinya. Sosiolog muda itu, tersenyum ketika pertanyaan tentang bagaimana mitos bekerja.

Dalam sosiologi, kita mengenal hukum Thomas: “Jika manusia mendefinisikan situasi sebagai nyata, maka situasi tersebut nyata dalam konsekuensinya.” Mitos alat kontrasepsi telah menciptakan ruang ketakutan kolektif. Masyarakat tidak lagi bertindak berdasarkan data medis, melainkan berdasarkan “solidaritas kecemasan”.

Sosiolog muda Maluku itu  mengurai,  ketika seorang ibu menolak IUD karena takut benda itu “berjalan ke jantung”, ia sedang melakukan tindakan perlindungan diri yang logis dalam sistem kepercayaan dunianya. Mitos memicu perilaku avoidance (penghindaran) yang masif. Akibatnya, kontrasepsi tidak lagi dilihat sebagai alat kesehatan, melainkan sebagai “ancaman terhadap integritas tubuh”.

‘’Perilaku ini mengakar karena testimoni kegagalan satu orang lebih dianggap sebagai “kebenaran otoritatif” dibandingkan ribuan data keberhasilan medis yang dianggap asing,’’ terangnya.

Ada garis imajiner yang membedakan bagaimana mitos bekerja di desa dan di kota, namun keduanya bermuara pada ketidakpercayaan.

‘’Di Pedesaan (Mitos Fisik-Mistik-red) Mitos cenderung bersifat mekanis dan visual. Ketakutan akan alat yang hilang di dalam tubuh atau kemandulan permanen mendominasi. Di sini, tubuh dilihat sebagai entitas utuh yang tidak boleh diintervensi oleh logam atau benda asing. Di Perkotaan (Mitos Medis-Kosmetik, red) Masyarakat urban yang lebih terpapar informasi justru terjebak dalam over-thinking medis, ‘’bebernya.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

‘’Mitos bergeser pada isu hormon ketakutan akan jerawat, penurunan libido, hingga perubahan suasana hati. Di kota, kontrasepsi sering dianggap musuh bagi estetika dan performa tubuh modern. Jika orang desa takut mati, orang kota takut kehilangan kendali atas citra diri mereka,’’ jelas Manaf sambil membolak balik buku tebalnya.

Budaya patriarki di Maluku, jelasnya,  sering kali memandang rahim bukan milik perempuan melainkan aset keluarga atau simbol kejantanan suami. Mitos banyak anak banyak rezeki adalah konstruksi budaya yang digunakan untuk menekan agensi perempuan.

Dalam spektrum agama, mitos sering kali dibalut dengan narasi melawan takdir. Alat kontrasepsi diposisikan sebagai bentuk ketidakpercayaan pada pemeliharaan Tuhan. Sosiologi melihat ini sebagai penggunaan agama sebagai alat kontrol sosial untuk mempertahankan struktur keluarga tradisional.’’ Di sini, mitos bukan lagi soal kesehatan, melainkan soal moralitas. Perempuan yang ber-KB seringkali secara halus diberi stigma sebagai sosok yang kurang bersyukur atau takut miskin, ujar akademisi UINSA Ambon ini.

Manaf menutup diskusi kami pagi itu dengan mengungkapkan, secara klinis, rahim yang dipaksa bekerja tanpa jeda akibat ketakutan pada KB akan mengalami kelelahan biologis. Namun secara sosiologis, dampaknya lebih mengerikan: hilangnya kesempatan perempuan untuk berdaya secara ekonomi dan pendidikan.

‘’ Mitos kontrasepsi adalah rantai yang mengikat perempuan di dalam siklus domestik yang tak berujung, menciptakan generasi baru yang tumbuh dalam keterbatasan gizi (stunting) dan akses pendidikan yang rendah,’’ tukasnya.

*Jurnalis dan akademisi

Tags: disinformasihoax di maluku
ShareTweetSendSendShare
Editor

Editor

Related Posts

Menguatkan Perempuan Setelah Menikah: Menjaga Diri di Tengah Peran Baru
Catatan Kita

Menguatkan Perempuan Setelah Menikah: Menjaga Diri di Tengah Peran Baru

02/09/2026
Integritas Media dan Responsibilitas Negara
Catatan Kita

Integritas Media dan Responsibilitas Negara

02/08/2026
Mitos dan Hoax KB :  Rahim yang Dipenjara Kata-Kata
Catatan Kita

Mitos dan Hoax KB : Rahim yang Dipenjara Kata-Kata

01/31/2026
Hoax Alat KB, Labirin Digital yang Menyesatkan
Catatan Kita

Hoax Alat KB, Labirin Digital yang Menyesatkan

01/31/2026
Asal Usul HOAX : Rocky Gerung vs Rhenald Kasali
Catatan Kita

Asal Usul HOAX : Rocky Gerung vs Rhenald Kasali

01/30/2026
Timurnesia, Genre Baru Musik Indonesia ?
Catatan Kita

Timurnesia, Genre Baru Musik Indonesia ?

01/30/2026
Next Post
Mitos dan Hoax KB :  Rahim yang Dipenjara Kata-Kata

Mitos dan Hoax KB : Rahim yang Dipenjara Kata-Kata

Razia Miras Ilegal di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon Polisi Amankan 700 Liter Sopi

Razia Miras Ilegal di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon Polisi Amankan 700 Liter Sopi

Recommended Stories

Polda Maluku

Polda Maluku-ICRC Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Tingkatkan Perlindungan Masyarakat

10/19/2022
Ketua DPRD Maluku Dukung Polisi Tangkap Provokator Konflik Hitu-Wakal

DPRD Maluku Bentuk Pansus RPJPD 2025-2045

08/31/2024

Jaringan Masyarakat Sipil untuk Advokasi Penghapusan Kekerasan Seksual, Bukan untuk Kepentingan Transaksi Politik

01/30/2026

Popular Stories

  • Kapolda Maluku

    Kapolda: Anggota DPRD Malteng yang tidak Ada di TKP Jangan Omong Besar Cari Popularitas Murahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Foto Nikah Dua Aktor Porno yang Viral di Ambon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolresta Ambon Rotasi Tiga Kapolsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pohon Tumbang Timpa Ibu dan Anak di Ambon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gara-gara Tagih Hutang Warga Mangga Dua Ambon Diparangi Hingga Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Terms and Conditions

© 2025 PT Medira Media Sejahtera

No Result
View All Result
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita

© 2025 PT Medira Media Sejahtera

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In