AMBONKITA.COM,- Pemerhati Perempuan dan Anak yang tergabung dalam Gerakan Bersama Perempuan Maluku (GBPM) menemui Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto.
Pertemuan yang berlangsung di ruang tamu Kapolda, Senin (11/1/2026), membicarakan berbagai persoalan yang menimpa para perempuan dan anak di wilayah Maluku.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan silaturahmi hari ini,” kata Kapolda Irjen Dadang Hartanto menyambut kedatangan para pemerhati GBPM yang dipimpin Koordinator Lusi Peilouw.
Dadang berharap pertemuan ini menjadi momen untuk memperkuat kerjasama dalam memberikan perlindungan hukum, khususnya terkait persoalan asusila, serta hak-hak perempuan dan anak di wilayah Maluku.
“Kami sangat berharap dengan adanya silaturahmi ini nantinya kerja sama kita akan semakin kuat khususnya dalam perlindungan hak perempuan dan anak yang menjadi korban kasus kriminal,” harapnya.
Selain dari sisi hukum, Prof Dadang juga berharap sinergi yang terjalin bersama GBPM dapat melahirkan strategi pencegahan kasus kekerasan dalam rumah tangga maupun tindakan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
“Jadi mungkin pada pertemuan ini kita tidak saja membicarakan tentang proses penanganan kasus tapi juga bagaimana kita bisa membicarakan strategi apa yang bisa kita jalankan bersama dalam rangka menindaklanjuti tingginya angka kasus kekerasan seksual,” ungkapnya.
Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga berharap adanya pelibatan instansi terkait lainnya dalam menyoroti tingginya angka kasus kekerasan seksual yang terjadi di wilayah Para Raja-raja ini.
“Mungkin kita juga akan bisa melibatkan instansi terkait sehingga kasus terkait perempuan dan anak ini bisa mendapatkan perhatian khusus baik dalam pencegahan dan penanganannya,” harapnya.
Sambutan hangat dari mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini kepada GBPM mendapat apresiasi. Para pemerhati perempuan dan anak berharap pertemuan ini dapat memperkuat kerjasama dengan mereka selaku pendamping dalam penegakan hukum.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang banyak membantu dalam pendampingan para korban kekerasan seksual,” ungkap koordintaor GBPM Lusi Peilouw.
GBPM menyoroti kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di kawasan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Menurut mereka korban selalu mendapatkan intimidasi dari pelaku dan keluarganya.
Tak hanya itu, GBPM juga berharap agar anggota Polwan di Polres jajaran dapat diperbanyak. Ini diharapkan agar penanganan kasus kekerasan seksual di wilayah Maluku lebih maksimal. Mereka juga mendorong Polda Maluku untuk segera membentuk Direktorat khusus Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
Menanggapi kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Taniwel, Kapolda Dadang menegaskan komitmennya.
Menurut Dia, penanganan kasus di Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat tersebut telah menjadi perhatian serius bagi Polda Maluku.
“Saat saya bertugas di sini kasus di SBB itu langsung menjadi perhatian utama dan kita juga sudah membentuk tim khusus melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku,” ungkap Dadang.
Upaya tim khusus masih terkendala dengan kondisi ekstrimnya medan hutan yang dijadikan tempat persembunyian pelaku. “Kita terkendala kondisi medan hutan yang cukup lebat, anggota kita harus menelusuri hutan yang cukup terjal dan rumit untuk mencari pelaku yang lebih memahami kondisi hutan di sana. Sampai saat ini anggota kami masih terus melakukan perburuan terhadap yang bersangkutan,” tegas Dadang.
Polda Maluku dan Polres jajaran, lanjut jenderal bintang dua Polri ini, akan terus meningkatkan pelayanan masyarakat yang lebih profesional khususnya dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
“Terkait pengusulan dibentuknya Direktorat khusus PPA di wilayah Maluku, sudah kami usulkan ke Mabes Polri,” ujarnya.
Editor: Husen Toisuta
BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS












