Ambonkita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita
terasmaluku
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita
No Result
View All Result
Ambonkita.com
No Result
View All Result
Home Catatan Kita

Menguatkan Perempuan Setelah Menikah: Menjaga Diri di Tengah Peran Baru

Editor by Editor
02/09/2026
Reading Time: 2 mins read
0
Menguatkan Perempuan Setelah Menikah: Menjaga Diri di Tengah Peran Baru

Olivia Ch. Salampessy, Penulis,-ist-

Oleh: Olivia Ch. Salampessy*

RELATED POSTS

Integritas Media dan Responsibilitas Negara

Mitos dan Hoax KB : Rahim yang Dipenjara Kata-Kata

Perilaku Masyarakat: Ketika Mitos Menjadi “Kebenaran Kolektif”

AMBONKITA,-Pernikahan dalam banyak kebudayaan masih dipahami sebagai pencapaian penting dalam kehidupan perempuan. Ia dianggap sebagai fase kedewasaan, stabilitas, bahkan keberhasilan sosial. Namun di balik narasi ideal tersebut, terdapat pengalaman yang sering tidak dibicarakan secara terbuka: banyak perempuan justru mengalami penyempitan ruang diri setelah menikah.

Perubahan ini tidak selalu datang dari pasangan atau keluarga. Sering kali ia hadir dari konstruksi sosial yang telah lama menempatkan perempuan sebagai pihak yang harus menyesuaikan diri. Perempuan diharapkan mampu menjalankan banyak peran sekaligus, sebagai istri, ibu, pengelola rumah tangga, pendamping, pekerja, sekaligus penjaga harmoni keluarga. Dalam proses itu, kebutuhan personal dan identitas diri kerap menjadi hal yang dikorbankan terlebih dahulu.

Banyak perempuan tidak benar-benar kehilangan mimpi setelah menikah. Mereka hanya menundanya terlalu lama, sampai lupa bahwa mimpi itu pernah ada. Menjadi istri adalah peran yang indah. Menjadi ibu adalah anugerah. Tetapi menjadi perempuan yang tetap mengenal dirinya sendiri juga sama pentingnya.

Saya sering mendengar kalimat ini dari perempuan-perempuan yang saya temui:
“Aku sebenarnya tidak tahu lagi apa yang aku suka.”

Padahal, penguatan perempuan setelah menikah bukanlah ancaman bagi institusi keluarga. Sebaliknya, ia merupakan fondasi bagi keluarga yang sehat.

Perempuan yang memiliki ruang untuk bertumbuh akan lebih mampu membangun relasi yang setara dan saling menghargai. Ia tidak menjalani pernikahan dalam kondisi kelelahan emosional atau kehilangan arah, tetapi sebagai individu yang sadar akan nilai dirinya. Ketika perempuan mengenal dirinya, ia mampu berkomunikasi dengan lebih jujur, mengelola konflik secara sehat, dan membesarkan anak-anak dalam lingkungan yang stabil secara emosional.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Sayangnya, dalam banyak pengalaman pendampingan perempuan, persoalan yang muncul bukan semata-mata beban kerja domestik, melainkan hilangnya rasa memiliki terhadap diri sendiri. Banyak perempuan merasa tidak lagi dikenal sebagai individu, melainkan hanya melalui peran yang ia jalankan. Kondisi ini sering menjadi akar kelelahan, konflik relasi, bahkan masalah kesehatan mental yang tidak terlihat.

Menguatkan diri setelah menikah bukan berarti menjadi keras. Bukan juga berarti melawan pasangan. Menguatkan diri berarti berani tetap hadir sebagai diri sendiri di tengah peran baru. Kadang bentuknya sederhana. Memberi waktu untuk membaca, kembali menulis, juga bekerja dengan hati. Atau sekadar duduk diam tanpa merasa bersalah. Perempuan yang menjaga dirinya bukan perempuan egois. Ia sedang memastikan bahwa cintanya tidak lahir dari kelelahan.

 

Menguatkan perempuan setelah menikah berarti mengubah cara pandang kita terhadap pernikahan itu sendiri. Pernikahan bukanlah ruang penghapusan identitas, melainkan ruang pertumbuhan bersama. Pasangan tidak seharusnya saling mengecilkan, tetapi saling memperluas kemungkinan.

Ada beberapa hal sederhana yang dapat menjadi langkah awal. Pertama, mengakui bahwa perempuan tetap memiliki hak atas mimpi dan pengembangan diri setelah menikah. Kedua, membangun komunikasi yang sehat mengenai kebutuhan emosional dan pembagian peran. Ketiga, memberikan ruang bagi perempuan untuk memiliki waktu dan aktivitas yang dapat menjaga keseimbangan dirinya.

Dalam konteks masyarakat Indonesia, terutama di wilayah kepulauan seperti di Maluku yang masih kuat dengan nilai komunal, penguatan perempuan juga memiliki dampak sosial yang lebih luas. Perempuan yang berdaya tidak hanya memperkuat keluarga, tetapi juga komunitas. Ia menjadi sumber ketahanan sosial, pendidikan nilai, dan penggerak perubahan di tingkat lokal.

Karena itu, menguatkan perempuan setelah menikah bukan semata isu perempuan. Ia adalah bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sehat dan adil. Pernikahan seharusnya tidak membuat perempuan kehilangan dirinya. Justru di dalamnya, perempuan berhak menemukan versi dirinya yang lebih utuh.

*penulis yang juga mantan Wakil Walikota Ambon serta mantan Anggota Komnas Perempuan

Tags: #aktifisperempuanMalukukomnas perempuanperempuan Malukuperempuanmenulis
ShareTweetSendSendShare
Editor

Editor

Related Posts

Integritas Media dan Responsibilitas Negara
Catatan Kita

Integritas Media dan Responsibilitas Negara

02/08/2026
Mitos dan Hoax KB :  Rahim yang Dipenjara Kata-Kata
Catatan Kita

Mitos dan Hoax KB : Rahim yang Dipenjara Kata-Kata

01/31/2026
Perilaku Masyarakat: Ketika Mitos Menjadi “Kebenaran Kolektif”
Catatan Kita

Perilaku Masyarakat: Ketika Mitos Menjadi “Kebenaran Kolektif”

01/31/2026
Hoax Alat KB, Labirin Digital yang Menyesatkan
Catatan Kita

Hoax Alat KB, Labirin Digital yang Menyesatkan

01/31/2026
Asal Usul HOAX : Rocky Gerung vs Rhenald Kasali
Catatan Kita

Asal Usul HOAX : Rocky Gerung vs Rhenald Kasali

01/30/2026
Timurnesia, Genre Baru Musik Indonesia ?
Catatan Kita

Timurnesia, Genre Baru Musik Indonesia ?

01/30/2026

Recommended Stories

Ketua Kwarnas Harap Pramuka di Maluku Lebih Berkembang

Ketua Kwarnas Harap Pramuka di Maluku Lebih Berkembang

09/25/2021
Optimalisasi Pengelolaan Media Digital Dukung Pemilu Damai

Optimalisasi Pengelolaan Media Digital Dukung Pemilu Damai

11/21/2023
Kapolda Maluku Tingkatkan Silaturahmi dengan Masyarakat di Bulan Ramadan

Kapolda Maluku Tingkatkan Silaturahmi dengan Masyarakat di Bulan Ramadan

04/05/2022

Popular Stories

  • Kapolda Maluku

    Kapolda: Anggota DPRD Malteng yang tidak Ada di TKP Jangan Omong Besar Cari Popularitas Murahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Foto Nikah Dua Aktor Porno yang Viral di Ambon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolresta Ambon Rotasi Tiga Kapolsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pohon Tumbang Timpa Ibu dan Anak di Ambon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gara-gara Tagih Hutang Warga Mangga Dua Ambon Diparangi Hingga Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Terms and Conditions

© 2025 PT Medira Media Sejahtera

No Result
View All Result
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita

© 2025 PT Medira Media Sejahtera

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In