Ambonkita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita
terasmaluku
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita
No Result
View All Result
Ambonkita.com
No Result
View All Result
Home Catatan Kita

Navigasi Masa Depan Jurnalisme: AI, Monetisasi, dan Perlawanan terhadap Disinformasi Berbasis Gender

Editor by Editor
02/09/2026
Reading Time: 3 mins read
0
Navigasi Masa Depan Jurnalisme: AI, Monetisasi, dan Perlawanan terhadap Disinformasi Berbasis Gender

Insany Syahbarwaty, Jurnalis ambonkita.com di Singapura mengikuti Asian Media Leaders Summit 2025 Foto ; Dok AK

Oleh : Insany Syahbarwaty*

RELATED POSTS

Hari Perempuan Internasional 2026: Alpha Female Yang Memberi: Belajar dari Sherly Laos

 Menguliti “Kemitraan” dalam Perjanjian Dagang AS–Indonesia

Objektifikasi Perempuan di Media: Ketika Tubuh Lebih Didengar daripada Suara

AMBONKITA.COM-SINGAPURA-MAKASSAR—Lanskap industri media global memasuki babak baru yang didominasi oleh Kecerdasan Buatan (AI) dan tantangan keberlanjutan. Pekan pertama November 2025 menjadi titik krusial bagi jurnalis dari Indonesia Timur, yang membawa pulang cetak biru transformasi dari Asian Media Leaders Summit (AMLS) di Singapura, disusul dengan refleksi mendalam mengenai Mis/Disinformasi berbasis gender di Makassar.

Perjalanan ini menegaskan satu hal: AI bukan lagi pilihan, melainkan kunci akselerasi di ruang redaksi, sementara fact-checking harus ditingkatkan untuk melawan serangan disinformasi yang semakin canggih dan terstruktur, terutama yang menargetkan perempuan.

Panggung Global: AMLS 2025 Menetapkan Kompas AI

Digelar oleh WAN-IFRA (World Association of News Publishers) di Singapura, AMLS 2025 mempertemukan CEO, penerbit, dan pemimpin redaksi senior untuk merumuskan strategi keberlanjutan media digital. Isu utama yang mendominasi adalah kesiapan global dalam menghadapi disrupsi teknologi dan ketidakpastian ekonomi.

Strategi Kunci Keberlanjutan

Para pembicara kunci memaparkan model bisnis baru yang menitikberatkan pada tiga pilar utama: Monetisasi Pembaca (Reader Pay Model): Andrew Saunders, CEO dan Presiden The Globe and Mail (Kanada), menekankan bahwa pendapatan dari langganan digital harus menjadi fondasi utama bisnis, bukan sekadar pelengkap iklan. Strategi ini, yang menuntut langganan untuk akses penuh konten, diyakini sebagai kunci untuk mempertahankan jurnalisme independen, akurat, dan otentik.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Diversifikasi Pendapatan: Selain langganan dan iklan, The Globe and Mail menunjukkan perlunya menggali sumber pendapatan komersial di luar berita tradisional, seperti penyelenggaraan acara, konferensi, hingga layanan edukasi.

Investasi Teknologi dan AI: Kuek Yu Chuang, Deputy Chief Executive Officer (DCEO) SPH Media (Singapura), menegaskan bahwa pemanfaatan AI dan data dalam operasional redaksi adalah keniscayaan. SPH Media, yang bertransformasi menjadi entitas nirlaba, berupaya keras mengintegrasikan branded content dan diversifikasi komersial untuk mendukung misi jurnalisme berkualitas tinggi.

AMLS 2025 mempertegas bahwa AI harus menjadi alat untuk keberlanjutan bisnis, bukan hanya pelengkap operasional. Hal ini sejalan dengan tema AMLS sebelumnya, di mana fokus telah bergeser dari sekadar monetisasi pasca-pandemi (2024) dan strategi langganan (2023) menuju Transformasi Komersial Mendalam dan Pemanfaatan AI (2025).

Tantangan Lokal: Melawan Disinformasi Berbasis Gender di Makassar

Setelah mendapatkan wawasan global di Singapura, perjalanan dilanjutkan ke Makassar dalam kegiatan kolaboratif BBC Media Action dan Kabar Makassar. Fokus bergeser dari keberlanjutan bisnis ke integritas konten, khususnya dalam konteks perlawanan terhadap mis/disinformasi berbasis gender.

Pelatihan ini menyoroti bahwa di tengah rendahnya literasi media dan kecepatan AI memproduksi informasi palsu, jurnalis perempuan menghadapi pekerjaan rumah ganda:

Kerentanan Serangan: Pravita Kusumaningtias dari BBC Media Action menjelaskan bahwa mis/dis dan malinformasi berbasis gender seringkali berupa serangan terstruktur yang menargetkan perempuan yang aktif di ranah publik atau politik, berpotensi merusak reputasi hingga menciptakan bahaya di dunia nyata.

Kekerasan Berkolerasi: Catatan AJI dan PR2M (2022) menunjukkan tingginya angka kekerasan seksual terhadap jurnalis perempuan (82,6%), yang diyakini berkolerasi dengan kurangnya edukasi isu gender dan budaya patriarki, yang kemudian dimanfaatkan oleh narasi disinformasi.

Chief Editor Konde.co, Luviana Ariyani, dan Astudestra Ajengrastri dari BBC Indonesia menekankan pentingnya jurnalis mampu mengidentifikasi bias gender dan memetakan mis/dis/malinformasi untuk menjalankan fungsi edukasi bagi masyarakat.

Fact-Checking: Etika Manusia vs. Akselerasi AI

Sesi lanjutan dalam Training Advanced Tracking AI yang diantarkan oleh Heru Margianto (Managing Editor Kompas.com) dan Luca Cada Lora (AI Expert) merangkum garis demarkasi antara etika jurnalistik dan kemampuan teknologi.

Prinsip Utama Fact-Checking (Heru Margianto):

Heru Margianto menegaskan bahwa teknik fact-checking tetap berpusat pada keputusan dan etika jurnalis. Teknik yang wajib diterapkan meliputi:

Verifikasi Sumber Kredibel: Sumber harus independen, otoritatif, dan relevan.

Analisis Bukti Mendalam: Mengumpulkan data, statistik, dan dokumen resmi untuk menguatkan atau menyanggah.

Analisis Konten Visual: Menggunakan reverse image search dan alat analisis metadata untuk mengecek keaslian dan konteks foto/video.

Penelusuran Konteks: Memastikan klaim disajikan dalam konteks yang benar, bukan informasi lama dengan narasi baru.

Peran AI sebagai Akselerator (Luca Cada Lora):

Luca Cada Lora memaparkan bagaimana AI berfungsi sebagai akselerator yang kuat, bukan sebagai pengganti jurnalis:

Identifikasi Anomali: Tools AI dapat memindai media sosial secara masif untuk menandai klaim yang berpotensi palsu atau mencurigakan agar segera diverifikasi manusia.

Pendeteksi Manipulasi: AI membantu mendeteksi deepfake (video/audio palsu buatan AI) dan manipulasi gambar yang kompleks.

Otomasi Tugas: Mempermudah kerja jurnalis dengan transkripsi cepat, peringkasan dokumen panjang, dan pembuatan berita berbasis data rutin.

Garis Bawah Etika: Kedua pakar sepakat, AI memerlukan pengawasan ketat untuk mencegah bias algoritma, dan ruang redaksi harus transparan mengenai kapan AI digunakan untuk menjaga akuntabilitas.

Wawasan dari Singapura dan Makassar menjadi bekal berharga bagi jurnalis Indonesia Timur, menegaskan bahwa masa depan jurnalisme terletak pada integrasi cerdas antara AI untuk efisiensi dan penguatan etika serta keahlian fact-checking manusia untuk kredibilitas dan perlawanan terhadap disinformasi. (*)

(*) penulis adalah jurnalis Terasmaluku.com dan Ambonkita.com,   dosen komunikasi bisnis digital di sejumlah kampus,  kini sedang mengejar cita-cita meraih doktor komunikasi bisnis digital

Tags: asian media leaders summit 2025BBC Media Actioninsany syahbarwaty
ShareTweetSendSendShare
Editor

Editor

Related Posts

Hari Perempuan Internasional 2026:  Alpha Female Yang Memberi: Belajar dari Sherly Laos
Catatan Kita

Hari Perempuan Internasional 2026: Alpha Female Yang Memberi: Belajar dari Sherly Laos

03/08/2026
 Menguliti “Kemitraan” dalam Perjanjian Dagang AS–Indonesia
Catatan Kita

 Menguliti “Kemitraan” dalam Perjanjian Dagang AS–Indonesia

02/22/2026
Objektifikasi Perempuan di Media: Ketika Tubuh Lebih Didengar daripada Suara
Catatan Kita

Objektifikasi Perempuan di Media: Ketika Tubuh Lebih Didengar daripada Suara

02/17/2026
Menguatkan Perempuan Setelah Menikah: Menjaga Diri di Tengah Peran Baru
Catatan Kita

Menguatkan Perempuan Setelah Menikah: Menjaga Diri di Tengah Peran Baru

02/09/2026
Integritas Media dan Responsibilitas Negara
Catatan Kita

Integritas Media dan Responsibilitas Negara

02/08/2026
Mitos dan Hoax KB :  Rahim yang Dipenjara Kata-Kata
Catatan Kita

Mitos dan Hoax KB : Rahim yang Dipenjara Kata-Kata

01/31/2026
Next Post
Sholat Subuh Keliling Irjen Dadang Ingatkan Toleransi Beragama

Sholat Subuh Keliling Irjen Dadang Ingatkan Toleransi Beragama

Jeritan Anak Maluku: “Tolong Kami… Selamatkan Masa Depan Kami”

Jeritan Anak Maluku: "Tolong Kami… Selamatkan Masa Depan Kami"

Recommended Stories

Jelang Pemilu Polisi Temui Warga di Ambon Sosialisasi Kamtibmas

Jelang Pemilu Polisi Temui Warga di Ambon Sosialisasi Kamtibmas

12/11/2023
PPP Perjuangkan A.M. Sangadji sebagai Pahlawan Nasional

PPP Perjuangkan A.M. Sangadji sebagai Pahlawan Nasional

11/04/2022
Terkait Persoalan Adat di Maluku, Boy Latuconsina: Perlu Ada Perneg yang Mengatur Semuanya

Terkait Persoalan Adat di Maluku, Boy Latuconsina: Perlu Ada Perneg yang Mengatur Semuanya

05/20/2025

Popular Stories

  • Kapolda Maluku

    Kapolda: Anggota DPRD Malteng yang tidak Ada di TKP Jangan Omong Besar Cari Popularitas Murahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Foto Nikah Dua Aktor Porno yang Viral di Ambon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolresta Ambon Rotasi Tiga Kapolsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pohon Tumbang Timpa Ibu dan Anak di Ambon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gara-gara Tagih Hutang Warga Mangga Dua Ambon Diparangi Hingga Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Terms and Conditions

© 2025 PT Medira Media Sejahtera

No Result
View All Result
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita

© 2025 PT Medira Media Sejahtera

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In