Anggota Satlantas Polres SBB Raih Prestasi di PON Bela Diri 2025 Kudus
AMBONKITA.COM,- Anggota Polres Seram Bagian Barat (SBB), Marchelino Jansen Kuhuparuw, berhasil meraih prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2025 yang dihelat di Kudus, Jawa Tengah.
Prestasi yang diraih personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres SBB ini dari cabang bela diri Karate. Keberhasilan tersebut mendapatkan apresiasi dari Kasat Lantas Polres SBB, Iptu June Carla Nanariain.
Menurut June, PON merupakan salah satu ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik para atlet Polri, sekaligus untuk mengibarkan semangat Tribrata.
- SMAN 2 Jayapura Juara MyPertamina Futsal Competition 2026; Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi
- Belasan Tim Terbaik Pelajar SMA se-Jayapura Bertarung dalam MyPertamina Futsal Competition 2026
- Lagi, Girsha Saimima Sabet Emas untuk Maluku di Lari Sprint 200 Meter
- Girsha Saimima Sumbang Emas untuk Maluku di Nomor Lari Sprint 100 Meter
“Tentu kami bangga, karena keberhasilan itu bukan hanya membawa nama baik pribadi dan daerah, tapi juga membawa nama baik institusi Polri,” ungkapnya.
Ia mengaku Polri bangga mempunyai anggota yang memiliki semangat juang tinggi. Prestasi yang dicapai Marchelino menjadi bukti anggota Polri tidak hanya berprestasi dalam tugas kepolisian saja, tapi juga mampu bersaing di bidang olahraga.
June menyebutkan, prestasi yang dicapai tidak terlepas dari dorongan dan dukungan dari Kapolres SBB. “Berkat dukungan dan motivasi Bapak Kapolres, sehingga personel Satlantas SBB ini berhasil memberikan yang terbaik bagi Maluku dan membuat bangga institusi Polri,” sebutnya.
Marchelino J. Kuhuparuw berhasil meraih medali perak. Ia mewakili Maluku di cabor karate.
Menurut Marchelino, prestasi yang diraih tidak terlepas dari dukungan Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli dan Kasat Lantas, Iptu June Carla Nanariain beserta jajaran.
“Saya juga berterimakasih kepada Bapak Kapolres SBB, Ibu Kasat Lantas SBB yang telah memberikan dukungan kepada saya sehingga bisa meraih prestasi di PON Bela Diri Kudus,” ungkapnya.
Dia mengaku kunci keberhasilan yang dicapai adalah disiplin, latihan yang konsisten dan semangat pantang menyerah. Ini penting menjadi perhatian agar saat berhadapan dengan atlet Pelatnas yang memiliki jam terbang tinggi, tidak jadi penghalang.
“Lawan atlet pelatnas pun, saya anggap biasa saja. Meski waktu latihan kita singkat, tapi kita sama-sama latihan dan sama-sama punya semangat juang dan optimisme yang tinggi,” pungkasnya.
Editor: Husen Toisuta








