Sesar di Laut Banda Picu Gempa Tektonik 5,6 SR, Dirasakan Warga Banda Neira
AMBONKITA.COM,- Gempat tektonik berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) mengguncang laut Banda pada Minggu (12/12/2021) pukul 00.29 WIT.
Gempa yang tidak berpotensi tsunami ini dirasakan warga Banda Neira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah dengan skala II MMI.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menunjukan gempabumi yang terjadi memiliki parameter update dengan magnitudo 5,7 SR.
- Polri Mutasi Besar-besaran, 1.121 Personel Dirotasi Termasuk Wakapolda Maluku
- Sempat Hilang saat Menyelam, Penyelam Tradisional Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Saparua
- Viral di Medsos, Polres SBT Bedah Rumah Gubuk 3x3 Meter
- Polisi dan Prajurit TNI AU Gugur saat Menolong Pelajar Tenggelam di Pantai Nirun-Tual
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7.01° LS dan 128.75° BT, atau tepatnya berlokasi di laut dengan jarak 278 km arah Timur Kota Tiakur, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Gempa itu berada pada kedalaman 23 km.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Satiyo Prayitno.
Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempabumi memiliki pergerakan mendatar turun (normal oblique).
“Dari estimasi peta guncangan (shakemap) gempabumi ini berpotensi menimbulkan guncangan di daerah Banda Neira II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang),” katanya.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” sebutnya.
Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Warga juga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada Minggu (12/12/2021) pukul 03.50 WIT, juga terjadi gempabumi dengan kekuatan 4,0 SR. Episenter gempa berada pada lokasi 6,84 LS-128.61 BT atau 144 km Baratlaut Tepa-Maluku Barat Daya (MBD), 164 km Timurlaut Tiakur-MBD.
Penulis: Husen Toisuta








