BEDAH RUMAH

Viral di Medsos, Polres SBT Bedah Rumah Gubuk 3×3 Meter

23 June 2026, 10:42
Penulis: Editor

AMBONKITA.COM,— Sebuah unggahan yang viral di media sosial mengenai kondisi memprihatinkan satu keluarga di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sukses mengetuk pintu hati jajaran kepolisian setempat. Informasi jagat maya tersebut menjadi pemantik aksi kemanusiaan yang diinisiasi oleh Kepolisian Resor (Polres) SBT.

Merespons cepat kabar tersebut, Kapolres SBT AKBP Alhajat, langsung menerjunkan jajaran Bhabinkamtibmas untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan. Namun, siapa sangka, fakta yang ditemukan petugas di lokasi justru jauh lebih memilukan ketimbang foto yang beredar di media sosial.

Petugas mendapati sebuah gubuk sempit berukuran 3×3 meter yang dihuni oleh pasangan suami istri, Bahrum Ohoirat dan Hasti Sula, bersama delapan anak mereka. Rumah tersebut hanya beratapkan seng tua dan lembaran terpal yang telah berkali-kali ditambal demi menahan rembesan air hujan.

“Kami mendapatkan informasi dari media sosial. Setelah diverifikasi oleh anggota Bhabinkamtibmas, ternyata memang benar keluarga ini hidup dalam kondisi yang sangat memerlukan bantuan,” kata AKBP Alhajat, Senin (22/6/2026).

Melihat langsung bagaimana sepuluh nyawa harus berjejal di dalam ruangan yang sangat terbatas, Kapolres bersama seluruh jajarannya mengaku tidak bisa tinggal diam. “Hati kami tersentuh ketika melihat langsung kondisi rumah yang ditempati keluarga ini. Delapan anak tinggal dalam ruang yang sangat sempit dan tidak layak. Sebagian bahkan harus tidur di dekat dapur,” ungkap Alhajat.

Bergerak atas dasar kemanusiaan, para personel Polres SBT secara spontan berinisiatif mengumpulkan donasi sukarela secara swadaya. Gerakan ini murni lahir dari rasa empati mendalam para anggota polisi tanpa adanya paksaan.

Dana yang terkumpul kemudian dialokasikan untuk membangun hunian yang layak bagi keluarga Bahrum. Tak tanggung-tanggung, nyaris setengah dari kekuatan personel Polres SBT turun langsung ke lapangan. Mereka melepas seragam dinas sejenak, bergantian mengangkat material, dan bahu-membahu menukangi pembangunan rumah tersebut.

“Alhamdulillah, pembangunan rumah dapat diselesaikan dengan baik. Hampir setengah dari personel Polres SBT ikut terlibat aktif dalam proses pengerjaannya,” tutur Kapolres.

Alhajat membeberkan hunian baru ini menjadi tonggak sejarah baru, sebab merupakan program bedah rumah pertama yang dilaksanakan oleh Polres SBT secara mandiri dan bersumber dari pendanaan internal personel untuk masyarakat kurang mampu. Bagi Kapolres, kehadiran eksistensi Polri harus melampaui tugas penegakan hukum semata.

“Kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi konkret bagi warga yang membutuhkan uluran tangan,” tegasnya.

Di tengah proses pembangunan rumah, Hasti Sula tak mampu menahan air matanya. Perempuan yang sehari-hari membantu perekonomian keluarga dengan berjualan kelapa seharga Rp5 ribu per buah itu mengenang kehidupan keluarganya yang selama bertahun-tahun tinggal di gubuk sempit tersebut.

Setiap kali hujan turun, malam-malam mereka selalu diisi dengan kepanikan karena atap terpal yang digunakan sejak tahun 2021 sudah robek dan hanya bisa ditambal seadanya.

“Kalau hujan, air masuk. Kita pasang terpal dari tahun 2021 sampai sekarang, tapi kondisinya bisa dilihat sendiri. Anak-anak delapan orang semua tidur di situ. Saya dan suami terpaksa tidur di ruang tamu yang sempit,” tutur Hasti dengan suara bergetar.

Keluarga Bahrum diketahui menetap di Desa Bula sejak 2021 setelah pindah dari Desa Sumber Agung demi mendukung pendidikan buah hati mereka. Saat ini, dua dari delapan anak mereka telah menyelesaikan pendidikan SMA, sedangkan enam lainnya masih menempuh bangku sekolah. Hasti mengaku tidak pernah membayangkan keluarganya akan memiliki rumah yang layak karena pendapatan suaminya yang hanya bekerja serabutan habis untuk memeras keringat demi kebutuhan dasar dan sekolah anak.

​“Beta hanya ibu rumah tangga yang jual kelapa. Suami kerja serabutan. Terima kasih kepada bapak Kapolres dan semua anggota yang sudah bantu bedah rumah ini. Beta tidak bisa sebut satu per satu namanya,” ucap Hasti haru.

​Kini, sebuah rumah yang layak telah berdiri tegak dan siap ditempati. Bagi Bahrum dan Hasti, bangunan ini bukan sekadar dinding papan, melainkan simbol harapan baru. Mereka kini bisa bernapas lega, melihat anak-anak dapat beristirahat dengan nyaman tanpa perlu lagi khawatir kebasahan di malam hari.

​”Semoga rumah ini membawa kenyamanan, kebahagiaan, dan menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik,” harap AKBP Alhajat menutup pembicaraan.

Editor: Husen Toisuta

BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *