AMBONKITA.COM,– Dua warga desa Atubul Dol, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yaitu Rafael Romroman, dan putranya Edwardus Romroman, tewas setelah sebuah granat yang dikira barang antik meledak pada Minggu malam (15/3/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima Ambonkita.com, granat yang diketahui berbentuk apel ini sebelumnya ditemukan korban Rafael Romroman di kebun. Karena disangka barang antik, bahan peledak berjenis Grenade Launcher Machine ini kemudian dibawa pulang ke rumah.
Korban Rafael selanjutnya mencoba untuk membukanya. Karena tidak bisa, putranya yang kemudian mencoba membantu ayahnya. Ia membukanya menggunakan oben. Naas pun terjadi. Granat tersebut meledak.
Selain menewaskan kedua korban, ledakan yang terjadi juga melukai sejumlah warga lainnya. Kala itu warga ikut menyaksikan penemuan benda yang baru pertama kali diketahui tersebut.
Pasca ledakan itu, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat.
Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, melalui Kasi Humas Iptu Olofianus Batlayeri mengatakan, olah TKP dilakukan untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Selain itu, juga dilakukan untuk menjamin keamanan warga di sekitar lokasi kejadian.
“Tim identifikasi (Inafis) telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik, termasuk serpihan material yang ditemukan di titik ledakan guna proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Kasi Humas pada Selasa siang (17/3/2026).
Untuk mengamankan lokasi kejadian dari aktivitas masyarakat aparat kepolisian juga telah memasang garis polisi. Ini dilakukan untuk menghindari potensi bahaya sisa bahan peledak.
Saat olah TKP, tim ahli diketahui telah mengamankan beberapa komponen yang diduga kuat berasal dari amunisi GLM. Selanjutnya, komponen yang diambil akan dilakukan uji laboratorium forensik.
Selain itu, tim penyidik juga telah meminta keterangan sejumlah saksi mata dalam peristiwa tersebut. Masyarakat juga diimbau agar tetap tenang dan tidak menyentuh benda-benda mencurigakan yang menyerupai amunisi atau bahan peledak lainnya. Jika menemukan benda asing, segera lapor ke Bhabinkamtibmas atau kantor Polisi terdekat.
Olah TKP dipimpin KBO Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Tanimbar Ipda Yongky Wacano. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali. Dan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait asal-usul amunisi militer dan penyebab pasti terjadinya ledakan tersebut.
Editor: Husen Toisuta
BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS









