Miris, Atlet Dayung Maluku Peraih Tiga Emas di PON Papua Pulang tidak Dijemput
AMBONKITA.COM- Atlet Dayung Maluku yang sukses meraih tiga emas, dua perak dan satu perunggu di PON ke-XX Papua, harus menelan pil pahit saat kembali pulang ke kampung halaman.
Bagaimana tidak, setibanya di Bandar Udara Pattimura, Kota Ambon, Rabu (13/10/2021) tadi, mereka harus mencari jalan sendiri agar bisa sampai ke rumah dengan selamat.
Pasalnya, tidak ada jemputan baik dari Komite Olahraga Nasional (KONI) provinsi Maluku maupun Pemerintah Daerah.
Peristiwa mengharukan itu terungkap setelah salah satu atlet, Chelsea Corputty, penyumbang satu emas untuk Maluku ini menyiarkan langsung kedatangan mereka di Bandara Pattimura melalui akun facebook (FB) nya Chelsea Corputty.
- Belasan Tim Terbaik Pelajar SMA se-Jayapura Bertarung dalam MyPertamina Futsal Competition 2026
- Cegah Konflik, Pemuda Ohoi Fiditan Serukan Persatuan dan Persaudaraan
- Investasi LNG Abadi Masela Rp342 Triliun Perkuat Ketahanan Energi dan Bangkitkan Ekonomi Indonesia Timur
- Presiden Prabowo Salurkan 3.000 Paket Sembako Kepada Warga Tanimbar
“Halo guys kita pulang dari PON kita cari jalan sandiri guys. Ini atlet terlantar guys. Adoooo Maluku ee, huuuu,” kata Chelsea Corputty dalam siaran langsung FB-nya sambil tertawa.
Chelsea sempat memanggil nama La Memo dalam siaran langsungnya. La Memo sendiri merupakan penyumbang dua emas untuk Maluku.
“Memo pulang ka Osi cari jalan sandiri. Sampe sini katong seng dapa jemput,” teriak Chelsea sambil tertawa.
Siaran langsung tersebut mendapat tanggapan beragam dari netizen. Mereka sangat menyangkan kondisi yang menimpa para “Pahlawan” Maluku tersebut.
“Dong hti” smpe rmh jua,,, TYM Ade dong smua juaa,,,,” tulis akun Nyong Alvin Pattiiha.
“KONI Maluku tidak becus,” tambah Nova Lekipiouw, sambil dibalas Chelsea Coorputty “Zpp kasih biar aj yg pnting ktong su ksih yg terbaik,” katanya.
Terpisah, Kadis Pemuda dan Olahraga Sandi A. Wattimena, yang dikonfirmasi wartawan melalui telepon genggamnya mengaku pihaknya melakukan penjemputan. Ia mengaku terjadi keterlambatan dalam penjemputan tersebut.
“Masalah tidak usah dibesar-besarkan, tadi Chelsea datang, tadi KONI sudah jemput pakai mobil bus PD Panca Karya. Hanya saja datangnya terlambat. Kedatangan mereka sudah diketahui oleh KONI,” kata Sandi.
Sandi menambahkan, setelah berakhirnya seluruh rangkaian penyelenggaraan PON di Papua, KONI dan Pemda Maluku akan melakukan kegiatan ramah tamah dengan seluruh atlet Maluku.
“Usai iven PON Papua berakhir semua kontingen Maluku kembali ke Ambon, maka akan dilakukan kegiatan ramah tamah sebagai bentuk ucapan terima kasih,” tandasnya.
Penulis: Husen Toisuta








