REKONSTRUKSI PMD DAN LIN
Muhamad Karim*
Semenjak tahun 2014 Indonesia telah mencanangkan poros maritim dunia (PMD). Kini usianya telah memasuki sewindu. Tujuannya, memposisikan Indonesia sebagai negara maritim besar, kuat, dan makmur.
Melalui, pengembalian identitasnya sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritimnya, serta memberdayakan potensinya agar mewujudkan pemerataan ekonomi.
- Menjadi Tua di Kepulauan: Kisah Nenek Fransina dan Tanggung Jawab Negara Terhadap Perempuan Lansia di Maluku.
- Ketika Candaan Melanggar Hukum: Membaca Ulang Perjuangan Kartini Kini
- Hari Perempuan Internasional 2026: Alpha Female Yang Memberi: Belajar dari Sherly Laos
- Menguliti "Kemitraan" dalam Perjanjian Dagang AS–Indonesia
Perwujudannya bertumpu di atas lima pilar. Pertama, pembangunan kembali budaya maritim Indonesia. Kedua, menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan yang menempatkan nelayan sebagai pilar utamanya.
Ketiga, mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim. Keempat, diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia bekerjasama dalam bidang kelautan. Kelima, membangun kekuatan pertahanan maritim.
Sayangnya, sejak 2014 hingga kini capainnya belum optimal. Kesannya kian meredup. Kini pemerintah menghidupkan kembalil LIN. Apakah bagian LIN bagian terintegrasi dengan LIN?








