Ambonkita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita
terasmaluku
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita
No Result
View All Result
Ambonkita.com
No Result
View All Result
Home Ambonku

Warga Mengadu ke Wali Kota Ambon Diintimidasi Anggota TNI AU

SENGKETA LAHAN TAWIRI

Editor by Editor
11/24/2021
Reading Time: 2 mins read
0
Warga Mengadu ke Wali Kota Ambon Diintimidasi Anggota TNI AU

AMBONKITA.COM,- Warga Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, menemui Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy. Mereka mengadu sering diintimidasi oleh anggota TNI Angkatan Udara (AU) terkait sengketa lahan di sana.

RELATED POSTS

Kapolda Maluku: Buruh Harus Jadi Mitra Pembangunan Daerah

Wakil Wali Kota Ambon Jumpa Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Bathesda Jemaat Hutumuri

Kapolda Maluku Minta Lulusan Perdana UMM Jadi Agen Perubahan

Pertemuan yang dilangsungkan pasca aksi palang jalan di Tawiri pagi tadi tersebut berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Rabu sore (24/11/2021).

Ari Latulola, salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan, proses intimidasi sudah berlangsung sejak September 2021. Lanud Pattimura memberikan surat pernyataan yang intinya adalah apabila tanah yang mereka tempati akan dipakai pemerintah, maka masyarakat siap keluar tanpa ganti rugi apapun.

Ia mengaku, surat tersebut diantar oleh 10 anggota Lanud Pattimura bersenjata lengkap dari rumah ke rumah warga. Mereka juga mengintimidasi warga yang bahkan adalah anggota TNI AU sendiri, maupun menantu dari anggota TNI AU.

“Mereka dipaksakan untuk menyuruh orang tua menandatangani pernyataan yang dibuat, kalau tidak maka akan di penjara, atau pangkat tidak naik dan juga akan dipindahkan. Kami punya bukti rekaman, kami tidak bicara tanpa bukti,” ujar Latulola.

Selain itu, kata dia, pemilik-pemilik kios di Tawiri juga dilarang berjualan apabila tidak menandatangani surat pernyataan tersebut. Akibatnya, beberapa kios sudah tidak bisa lagi berjualan. Bahkan kios-kios tersebut harus dibongkar jika TNI AU memerlukan lahan tersebut.

Ironisnya, rehabilitasi rumah yang dilakukan warga harus dilakukan atas izin TNI AU. Sebab jika tidak, maka rehabilitasi rumah tersebut dilarang.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Ia mengaku, persoalan tersebut sudah pernah dilaporkan kepada Pemerintah Kota Ambon.

“Bahkan pihak TNI AU juga memungut pajak dari warga yang berdiam di tanah sendiri. Kami punya banyak bukti video tentang intimidasi kepada warga. Kami tidak ingin kenyamanan dan ketentraman kami diganggu dengan cara-cara intimidatif,” harapnya kepada Wali Kota.

Sementara itu, Wali kota Ambon meminta agar tidak terjadi intimidasi terhadap warga Tawiri. Sebab, dirinya mengaku persoalan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan maupun melalui cara-cara hukum.

“Sebagai Wali kota, saya minta jangan ada intimidasi dulu. Nanti kita akan selesaikan, bisa secara kekeluargaan maupun secara hukum, karena masing-masing berpegang pada dasar,” pintanya.

Menurutnya, pihak TNI AU berpegang pada sertifikat nomor 6, yang baru diterbitkan pada Tahun 2010. Bagaimana proses penerbitannya, tambah dia, akan diuji. Sehingga dapat diketahui apakah bertentangan dengan fakta dan realita di sana atau tidak.

Ia mengaku, jika misalnya bertentangan dengan fakta dan realitas di lapangan, maka Pengadilan bisa membatalkan sertifikat nomor 06 Tahun 2010 tersebut. Apalagi di dalam masalah itu ada juga sertifikat hak milik yang terbit sebelum Tahun 2010. Semuanya akan diuji.

“Jadi fakta dan realitas serta aspek hukumnya harus dikemukakan. Setelah ini, kami akan mengundang pihak TNI AU untuk mendengarkan keterangannya. Begitu pun terhadap BPN. Setelah itu baru kita lihat solusinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Pattimura Ambon, Kolonel Pnb Andreas A Dhewo, yang dikonfirmasi terkait adanya intimidasi dari anggota TNI AU terhadap warga sehingga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya aksi pemalangan jalan tersebut, ditepisnya.

“Tidak demikian dan tidak ada intimidasi. Itu tadi kita latihan Danmars. Dan itu SOP di mana latihan yang dilakukan memang itu harus memegang senjata. Jadi selain latihan kita amati situasi lingkungan kita,” jelasnya.

Baca juga: Ini Penjelasan Danlanud Pattimura Cabut Plang Rekomendasi DPRD Ambon

Baca juga: Papan Rekomendasi DPRD Ambon Dicabut Lanud Pattimura, Warga Tawiri Palang Jalan

Penulis: Husen Toisuta

Tags: Lanud PattimuraSengketa lahan TawiriWali kota Ambon
ShareTweetSendSendShare
Editor

Editor

Related Posts

Kapolda Maluku: Buruh Harus Jadi Mitra Pembangunan Daerah
Ambonku

Kapolda Maluku: Buruh Harus Jadi Mitra Pembangunan Daerah

05/03/2026
Wakil Wali Kota Ambon Jumpa Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Bathesda Jemaat Hutumuri
Ambonku

Wakil Wali Kota Ambon Jumpa Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Bathesda Jemaat Hutumuri

05/03/2026
Kapolda Maluku Minta Lulusan Perdana UMM Jadi Agen Perubahan
Ambonku

Kapolda Maluku Minta Lulusan Perdana UMM Jadi Agen Perubahan

05/02/2026
Pemkot Ambon Apresiasi Peluncuran Menuju Satu Abad Tarekat Maria Mediatrix
Ambonku

Pemkot Ambon Apresiasi Peluncuran Menuju Satu Abad Tarekat Maria Mediatrix

05/02/2026
Mantan Bupati KKT hanya Divonis Ringan Dua Tahun Penjara
Headline

Mantan Bupati KKT hanya Divonis Ringan Dua Tahun Penjara

05/01/2026
Usman Buronan Kasus Asusila Ditangkap di Buru
Headline

Usman Buronan Kasus Asusila Ditangkap di Buru

04/30/2026
Next Post
Satu Pejambret di Mardika Ambon Kembali Diringkus Polisi

Satu Pejambret di Mardika Ambon Kembali Diringkus Polisi

Pangdam Pattimura dan Kapolda Maluku Sesalkan Baku Hantam Oknum TNI Polri

Pangdam Pattimura dan Kapolda Maluku Sesalkan Baku Hantam Oknum TNI Polri

Recommended Stories

Kepada Pansel, Wali Kota Ambon Harap Sekot Terpilih Kuasai Teknologi

Kepada Pansel, Wali Kota Ambon Harap Sekot Terpilih Kuasai Teknologi

04/12/2022
Rem Blong Truk Hantam Tiga Kendaraan di Turunan Batu Merah, Tiga Orang Terluka

Rem Blong Truk Hantam Tiga Kendaraan di Turunan Batu Merah, Tiga Orang Terluka

01/25/2022
Uang Gratifikasi yang Diterima Mantan Wali Kota Ambon Turun Jadi Rp 7,9 Miliar

Uang Gratifikasi yang Diterima Mantan Wali Kota Ambon Turun Jadi Rp 7,9 Miliar

01/17/2023

Popular Stories

  • Kapolda Maluku

    Kapolda: Anggota DPRD Malteng yang tidak Ada di TKP Jangan Omong Besar Cari Popularitas Murahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Foto Nikah Dua Aktor Porno yang Viral di Ambon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolresta Ambon Rotasi Tiga Kapolsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pohon Tumbang Timpa Ibu dan Anak di Ambon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gara-gara Tagih Hutang Warga Mangga Dua Ambon Diparangi Hingga Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Terms and Conditions

© 2025 PT Medira Media Sejahtera

No Result
View All Result
  • Ambonku
  • Hukum Kriminal
  • Maluku
  • Nasional
  • Politik
  • Olahraga
  • advetorial
  • Catatan Kita

© 2025 PT Medira Media Sejahtera

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In