Penyapu Jalan di Ambon Meninggal Ditabrak Oknum TNI
AMBONKITA.COM,- Leonora Senubun, penyapu jalan di Ambon, meninggal dunia setelah diduga ditabrak oknum TNI.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, nenek 68 tahun ini tertabrak di ruas jalan Dr. Malaiholo, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (17/9/2023) dini hari.
Belum diketahui pasti penyebab sehingga korban ditabrak hingga meregang nyawa. Penabrak diketahui Prada Jak Richard Tanewuk Enmopiana. Ia mengendarai sepeda motor, diduga sudah dalam kondisi mabuk minuman keras.
- Pertamina Patra Niaga Awasi Penyaluran BBM Subsidi di Kota Ambon
- Hattrick Gol Messi di Lapangan, Lautan Biru-Putih di Jalanan Ambon
- Perketat Seleksi Psikologi Casis Polri, Karo SDM Polda Maluku Tegaskan Rekrutmen Bebas Intervensi
- Pertamina Ingatkan SPBU, Penyaluran Pertalite tidak Sesuai Aturan Dikenai Sanksi
Kecelakaan lalu lintas tersebut menyebabkan Leonora mengalami sejumlah luka robek di tubuhnya. Diantaranya di kepala, dan kaki sebelah kanan.
BACA JUGA: Dua Terdakwa Kasus Korupsi Dana Penanggulangan Bencana di SBB Divonis Bervariasi 6 – 7 Tahun Penjara
Tak lama setelah kecelakaan maut itu terjadi, oknum TNI ini kemudian diamankan aparat Polsek Nusaniwe. Selang beberapa waktu berlalu, ia lalu dijemput personel Pomdam XVI/Pattimura.
Kapolsek Nusaniwe, Iptu Johan Anakotta, saat dikonfirmasi AmbonKita.com melalui telepon genggamnya meminta untuk menghubungi Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.
“Langsung aja di Humas (Polresta Ambon),” pinta Anakotta.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Janete S. Luhukay, saat dihubungi, meminta agar dapat menunggu sebentar. Ia masih menunggu data kecelakaan itu.
Terpisah, Kepala Penerangan Kodam XVI/Pattimura, Letkol Arh Agung Sinaring M, membenarkan peristiwa kecelakaan maut tersebut.
“Benar, ybs (yang bersangkutan/Prada Jak Richard) proses hukum di Pomdam (XVI/Pattimura),” kata Agung, membalas chat melalui aplikasi whatsapp.
Lebih jauh ditanya mengenai kondisi oknum TNI itu saat kecelakaan terjadi sudah dalam kondisi mabuk, belum ditanggapi perwira dua melati di pundaknya tersebut.
Editor: Husen Toisuta








