AMBONKITA.COM,- Rencana pemerintah membangun gedung untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi keagamaan Islam di Indonesia yang bertempat di Bundaran Hotel Indonesia, disambut hangat oleh aktivis kepemudaan Islam.
Gedung baru yang segera dibangun pemerintah ini dipandang sebagai penghormatan keberadaan ulama dan kontribusi organisasi keagamaan dalam membangun bangsa.
Demikian disampaikan Abdullah Keliobas, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI). Menurut Obas, Presiden Prabowo sangat memahami nilai strategis ulama dan ormas keagamaan dalam kehidupan berbangsa.
“Rencana Presiden Prabowo ini patut diapresiasi dan didukung sepenuhnya agar ummat Islam, secara simbolik maupun faktual dapat terus satu irama dengan negara dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia,” ujar Keliobas.
Mantan Sekretaris Bidang di Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) ini juga memuji peran Menteri Agama Nasaruddin Umar. Terlebih Prabowo secara terbuka menyebut ide pembangunan gedung MUI di episentrum Jakarta merupakan ide Nasaruddin Umar.
Gagasan Menag ini diyakini tidak hanya sekadar membangun gedung kantor, namun sebagai upaya lebih jauh mendorong pemberdayaan ummat Islam secara keseluruhan. “Ini gagasan besar dan monumental, kolaborasi erat ummat Islam dan pemerintah niscaya memberi energi dahsyat bagi pembangunan nasional,” jelasnya.
“Sebagai mayoritas, realitas kemiskinan dan kebodohan misalnya, tentu didominasi pemeluk agama Islam di Indonesia. Jika ummat Islam bangkit, ketimpangan ekonomi yang makin membesar di bangsa ini dengan sendirinya akan teratasi,” tambahnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo dalam acara Munajad Bangsa dan Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026) mengaku telah menyiapkan lahan di kawasan Bundaran HI untuk pembangunan gedung MUI dan lembaga-lembaga umat Islam. Prabowo juga menegaskan komitmennya memperkuat peran ulama dan lembaga keumatan.
Editor: Husen Toisuta
BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS










