Covid Meningkat, Pemkot Ambon akan Gelar Operasi Yustisi Ingatkan Prokes
AMBONKITA.COM,- Kasus konfirmasi covid-19 di Kota Ambon kembali meningkat secara signifikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengambil sejumlah langkah penting, mencegah peningkatan. Diantaranya penyiapan tempat isolasi terpusat, dan akan gencar melakukan operasi Yustisi.
Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, Agus Ririmasse mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Asrama Haji di Waiheru, untuk dijadikan sebagai tempat isolasi terpusat.
“Kita sudah koordinasi dengan Asrama Haji menjadi tempat penampungan masyarakat yang terkena dampak covid. Kita akan siapkan fasilitas di situ dan tenaga medis selalu siaga,” kata Agus di sela – sela pembukaan Persidangan ke 40 Jemaat GPM Lateri, di Gereja Lahai Roi, Minggu (6/2/2022).
- Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polda Maluku Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Ribuan Warga dan Buruh
- Kapolri Anugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Briptu Ananda Tutupoho
- MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku Resmi Dimulai, Gubernur: Nilai-nilai Al-Qur’an harus Meresap dalam Jiwa Kita Semua
- Ambon Tuan Rumah MTQ, Ely Toisutta: Sukses Acara, Sukses Prestasi, Jaga Persaudaraan
Selain tempat isolasi terpusat, operasi yustisi juga akan terus digalakkan untuk mengingatkan masyarakat terkait disiplin Protokol Kesehatan, serta aturan PPKM Level 2 sebagaimana tertuang dalam Instruksi Wali Kota Nomor 3 Tahun 2022.
“Tim Satgas akan diberdayakan lagi. Operasi Yustisi kita gencarkan lagi, bahkan hingga di dalam angkutan kota,” sebut dia.
Agus mengaku Kota Ambon kini mendapat perhatian khusus dari Presiden RI, terkait peningkataan kasus. Oleh sebab itu semua hal perlu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak penyebaran covid.
“Termasuk untuk ASN Pemkot, apabila kembali dari Tugas Luar Daerah (TLD) wajib Swab PCR. Sambil menunggu hasilnya mereka berkantor dari rumah, sehingga kita betul – betul menghindari ini,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sejak 24 Januari hingga 6 Februari 2022, kota Ambon telah mencatat 728 kasus konfirmasi positif, dengan dua orang meninggal dunia.
Editor: Husen Toisuta








