Mantan Teroris Gelar FGD Tentang Bahaya Masuknya Paham Radikal di Malteng
AMBONKITA.COM,- Yayasan Pemuda Bina Bangsa, yang merupakan organisasi beranggotakan para mantan narapidana teroris menggelar kegiatan Fokus Grup Diskusi (FGD) terkait bahaya masuknya pahama radikal di Maluku.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Balai Negeri Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (13/6/2022), ini mengusung tema “Peran pemuda Haya dalam menangkal bahaya paham radikal dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila”.
Ketua Yayasan Pemuda Bina Bangsa, Benyamin Namakule, mengungkapkan, kegiatan tersebut terselenggara atas lahirnya keresahan publik berkenaan dengan perubahan dinamika kamtibmas belakangan ini.
- Warga Ambon Lapor Polisi Motornya Dicuri OTK saat Melintas di Lateri
- Polisi dan Prajurit TNI AU Gugur saat Menolong Pelajar Tenggelam di Pantai Nirun-Tual
- Sempat Hilang Nelayan SBB Ditemukan Selamat Terombang-Ambing di Perairan Maluku Utara
- Operasi Pencarian Dihentikan, Delapan Penumpang Speedboat Tenggelam di MBD Hilang di Laut
Perubahan dinamika kamtibmas, tambah mantan narapidana teroris itu, ditengarai oleh adanya dugaan tumbuh kembang paham radikal yang masih menggurita dan tumbuh subur di Maluku, khususnya pada Desa Haya.
Mengingat bahaya paham radikal itu, maka kata Namakule, perlu dilakukan kegiatan untuk mengedukasi masyarakat terlebih khusus pemuda Haya. Edukasi diberikan tentang bagaimana cara memaknai, mencintai dan mengamalkan nilai – nilai Pancasila.
BACA JUGA: Gugatan Praperadilan Kompol Cam Latarisa Ditolak Hakim
Menurut dia, pembelajaran tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila penting dilakukan. Ini untuk menguatkan masyarakat agar tidak mudah terpapar ekspansi budaya asing yang masuk dan mencemari idiologi mereka.








