Pencarian Hari Ketiga Nelayan Hilang di Perairan Rutong Masih Nihil, Tim SAR Perluas Area Penyisiran

20 August 2026, 08:47
Penulis: Editor

AMBONKITA.COM,- Tim SAR Gabungan terus memperluas jangkauan pencarian korban tenggelam di perairan Desa Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Rabu (19/8/2026).

Memasuki hari ketiga operasi, pencarian yang difokuskan melalui jalur permukaan hingga bawah air ini belum membuahkan hasil.

Komandan Tim (Dantim) Operasi SAR, Renhard Lopies, mengaku pihak penyalamat menerjunkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk mengoptimalkan operasi di lapangan.

SRU pertama melibatkan unsur masyarakat setempat. Mereka menyisir sepanjang garis pantai, mulai dari Negeri Hutumuri hingga Hukurila.

SRU dua pencarian permukaan laut. Memanfaatkan Rubber Boat Polairud Polda Maluku dan Speedboat Kodaeral IX menyisir titik-titik koordinat sasaran.

Sedangkan ​SRU 3 melaksanakan penyelaman bawah air. Tim khusus penyelam Basarnas menyisir area sekitar lokasi awal kejadian.

“Hingga menjelang sore hari, upaya penyisiran baik di permukaan maupun bawah air belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Renhard.

Kasus yang membahayakan nyawa manusia di laut ini berawal saat korban, Arien Maspaitella (25), pergi melaut bersama dua rekannya. Mereka menggunakan perahu pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIT di perairan Negeri Hutumuri. Sekitar pukul 19.00 WIT, perahu yang mereka tumpangi dihantam gelombang tinggi. Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sementara Arien dinyatakan hilang.

Pencarian awal sempat dilakukan secara mandiri oleh pihak keluarga dan warga setempat sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang. Namun, hingga penutupan operasi hari ketiga, korban belum berhasil ditemukan.

Operasi SAR sendiri didukung oleh berbagai unsur, meliputi Basarnas Ambon, Kodaeral IX, Polairud Polda Maluku, Polsek Leitimur Selatan, BPBD Kota Ambon, serta warga lokal. Armada yang dikerahkan mencakup truk personel, rubber boat, speedboat, hingga peralatan selam profesional.

Proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan cuaca yang cukup ekstrem. Berdasarkan data BMKG/lapangan, lokasi kejadian diguyur hujan ringan dengan angin kencang bertiup dari arah Tenggara mencapai kecepatan 35 knots, serta ketinggian gelombang laut mencapai 2,5 meter.

Operasi SAR dihentikan sementara pada Rabu sore dan dijadwalkan kembali berlanjut untuk hari keempat pada Kamis (20/8/2026) pagi.

Editor: Husen Toisuta

BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *