Protes Negara, Mahasiswa di Ambon bagi BBM Gratis kepada Warga
AMBONKITA.COM,- Sejumlah mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon yang tergabung dalam kelompok Masyarakat Maluku Menggugat (Marag) menggelar aksi protes terhadap Negara atas naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM).
Aksi yang bernama Rakyat Bantu Rakyat ini dilakukan dengan membagikan BBM jenis Pertalite secara gratis kepada pengendara sepeda motor yang melintas di Bundaran Patung dr. J. Leimena, Poka, Kota Ambon, Maluku, Senin (18/4/2022).
Sebanyak 200 liter Pertalite yang dibeli dari pedagang eceran dibagikan kepada pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
- Tetap Turun ke Jalan di Tengah Guyuran Hujan, Polda Maluku Gencarkan Edukasi Keselamatan Operasi Simpatik Salawaku 2026
- Ziarah Hari Bhayangkara 80, Kapolda Maluku: Semangat Pahlawan Harus Hidup dalam Pelayanan Polri
- Lagi, Polisi Gagalkan Penyelundupan Miras Tradisional di Pelabuhan Hunimua
- Sempat Hilang saat Menyelam, Penyelam Tradisional Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Saparua
Setiap pengendara sepeda motor mendapat masing-masing sebanyak 1 liter. Para pengendara yang diberikan Pertalite gratis juga diminta untuk membubuhi tanda tangan dukungan atas aksi tersebut.
“Saya sangat mendukung atas aksi yang dilakukan oleh adek-adek mahasiswa ini. Kita Masyarakat di bawah sangat menderita dengan kenaikan harga minyak,” kata seorang ibu, seorang pengendara sepeda motor usai mengisi BBM gratis kepada AmbonKita.com.
Ia berharap, pemerintah pusat dapat kembali mengambil kebijakan baru untuk menurunkan harga BBM seperti sebelumnya.
“Harapan kita semoga harga minyak ini bisa kembali normal seperti biasa,” harapnya.

Baca juga: BBM Pertamax Naik dari Rp 9.000 Jadi Rp 12.500, Ini Penjelasan Pertamina
Sementara itu, Sahrul Renoat, Korlap 1 Marag, mengaku aksi yang dilakukan hari ini merupakan salah satu bentuk protes terhadap negara.
“Aksi hari ini merupakan aksi protes terhadap negara yang tidak bisa menjamin minyak gratis kepada masyarakat,” katanya.
Ia mengaku, pihaknya sudah tidak lagi berbicara terkait persoalan masa jabatan Presiden selama 3 periode. Namun, kini bagaimana negara bisa kembali menurunkan BBM.
“Sehingga kestabilan masyarakat yang ada di dalam negara Republik Indonesia secara sistematis baik-baik saja,” jelasnya.
Masyarakat Maluku Menggugat, kata Sahrul, telah menganggap bahwa keadilan negara saat ini tidak bisa menjamin keselamatan masyarakat.
“Sehingga kami dari Marag (Masyarakat Maluku Menggugat) mengambil inisiatif yaitu rakyat bantu rakyat adalah solusi terbaik terhadap masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Editor: Husen Toisuta








