Ibu-Ibu MT Nurul Huda Hualoy Khatam Al-Qur’an, Generasi Muda Diajak Jadi Lebih “Kebal” Hoaks

10 August 2026, 11:27
Penulis: Editor

AMBONKITA.COM,— Setelah sekian lama belajar dan berkumpul dalam kegiatan keagamaan, ibu-ibu Majelis Taklim Nurul Huda Negeri Hualoy akhirnya menuntaskan bacaan Al-Qur’an dalam sebuah momentum khataman yang berlangsung penuh rasa syukur, Minggu malam (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh para tokoh agama di Negeri Hualoy dan melibatkan masyarakat dari dua kampung, yakni Hualoy dan Tomalehu di Kabupaten Seram Bagian Barat ini.

Momentum khataman Al-Qur’an ini juga dihadiri Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Maluku, Francisco Alimudin Kolatlena.

Ketua Majelis Taklim Negeri Hualoy, Nurlela Said Hehanussa, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Tentu rasa syukur kepada Allah SWT, karena telah memberikan nikmat kesempatan sehingga kegiatan khataman ini bisa berjalan,” ucapnya.

Menurut Nurlela, Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci, tetapi juga menjadi pedoman hidup umat Islam. Karena itu, perempuan yang juga berperan sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya memiliki peran penting dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Ia berharap kebiasaan membaca dan mencintai Al-Qur’an dapat terus ditularkan kepada generasi berikutnya.

Baginya, pendidikan keagamaan di lingkungan keluarga juga menjadi salah satu bekal bagi anak-anak dan generasi muda dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

“Dengan mengajak generasi mencintai Al-Qur’an, mereka tentu akan terhindar dari berbagai hal buruk, termasuk pengaruh media sosial,” ujarnya.

Bukan Sekadar Khataman

Bagi Francisco Alimudin Kolatlena, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi momentum berbagi bersama ibu-ibu Majelis Taklim Nurul Huda.

Lebih dari itu, kegiatan keagamaan seperti khataman Al-Qur’an menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini setidaknya kita tidak saja berbagi dengan ibu-ibu majelis taklim di Negeri Hualoy, tapi juga ikut bersilaturahim dengan masyarakat secara kolektif,” kata Francisco.

Ia pun mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap kegiatan keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat dapat terus dilakukan secara rutin.

Menurutnya, khataman Al-Qur’an tidak hanya memberi makna bagi mereka yang mengikutinya, tetapi juga membawa pesan penting bagi generasi muda agar lebih dekat dengan kegiatan-kegiatan positif dan keagamaan.

Jadi Benteng di Tengah Banjir Informasi

Francisco menilai perkembangan dunia digital saat ini membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda. Beragam informasi dapat dengan mudah beredar, termasuk hoaks, isu menyesatkan, hingga konten yang membawa pengaruh buruk.

Karena itu, menurut dia, generasi muda membutuhkan bekal dan filter yang kuat, salah satunya melalui pendidikan serta nilai-nilai keagamaan.

“Karena perkembangan dunia digitalisasi hari ini, banyak sekali isu-isu sesat, pengaruh buruk, penyebaran hoaks. Sehingga kalau anak atau generasi muda tidak memiliki filter atau benteng pertahanan diri yang kuat dari sisi keagamaan maka tentu sangat rentan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti khataman Al-Qur’an tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi dapat menjadi kegiatan yang terus hidup di tengah masyarakat.

“Jadi ini bukan saja momentum yang dipesankan kepada ibu-ibu majelis taklim yang lain, tapi juga bagi generasi muda supaya kegiatan seperti ini rutin atau selalu dilaksanakan,” tuturnya.

Khataman Al-Qur’an Majelis Taklim Nurul Huda pun menjadi lebih dari sekadar penanda selesainya membaca kitab suci. Di tengah derasnya arus digital, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai keagamaan, silaturahmi, dan pendidikan karakter tetap punya ruang penting dalam kehidupan masyarakat.

Editor: Husen Toisuta

BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *