BLOK MASELA

Proyek LNG Abadi Blok Masela, Bahlil Tegaskan Lahan Warga Bukan Ganti Rugi

16 July 2026, 12:03
Penulis: Editor

AMBONKITA.COM,- Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking Proyek Strategi Nasional (PSN) LNG Abadi Masela secara virtual dari Istana Jakarta, Kamis (16/7/2026). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, lahan warga yang masuk lokasi proyek bukan diganti rugi, tetapi ganti untung.

Penegasan ini disampaikan Bahlil Lahadalia dalam sambutannya saat menghadiri groundbreaking PSN LNG Masela di desa Lermatang, kecamatan Tanimbar Selatan, kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Menurut Bahlil, proyek ini telah terkatung-katung selama kurang lebih 28 tahun. Melewati enam era kepemimpinan nasional, dan akhirnya memasuki babak baru pada era Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan, babak baru proyek senilai USD 20,95 miliar ini dapat terwujud berkat perintah Presiden. Sebelumnya, proyek strategis nasional ini sempat tersandera oleh perdebatan panjang yang tidak berujung terkait opsi pembangunan fasilitas di darat (onshore) atau di laut (offshore).

“Kita menandai babak baru bagi proyek abadi yang sudah dicanangkan sejak tahun 1998. Sudah enam presiden berlalu, dan di bawah arahan serta perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, proyek besar ini akhirnya benar-benar bisa dieksekusi di lapangan hari ini,” ungkap Bahlil dalam laporan sambutannya.

Bahlil mengungkapkan, ketegasan pemerintah dibuktikan dengan dilayangkan Surat Peringatan Pertama (SP1) kepada pihak Inpex selaku operator utama. Inpex diminta untuk segera memulai pengerjaan fisik setelah persetujuan rencana pengembangunan (Plan of Development/POD) berlarut-larut tanpa realisasi nyata. Langkah agresif tersebut membuahkan hasil dengan dimulainya pengerjaan megaproyek per hari ini.

​Skala investasi dari pengembangan Blok Masela mencapai angka yang sangat fantastis, yakni sebesar USD 20,95 miliar atau setara dengan Rp390 triliun. Nilai ini menjadikannya salah satu investasi sektor hulu migas terbesar dalam sejarah modern Indonesia.

Secara operasional, megaproyek ini ditargetkan mampu memproduksi sebanyak 9,5 juta ton LNG per tahun serta menghasilkan 35 ribu barel kondensat per hari. Langkah ini diharapkan secara signifikan mampu mendongkrak target lifting migas nasional.

Pemerintah juga menetapkan regulasi ketat terkait alokasi pemanfaatan gas. Sebanyak 60 persen produksi wajib dialokasikan untuk ketahanan energi domestik serta hilirisasi industri dalam negeri, termasuk memasok bahan baku bagi PT Pupuk Indonesia, PLN, dan PGN. Sementara itu, sisa 40 persen dialokasikan sebagai kuota maksimal ekspor.

Dari sisi fiskal, proyek abadi ini diproyeksikan memberikan pendapatan langsung bagi negara sebesar USD 37,8 miliar dan pajak tidak langsung sebesar USD 6,43 miliar. Selain itu, proyek ini diperkirakan berkontribusi mendongkrak PDRB Provinsi Maluku hingga USD 95 miliar serta PDRB Kepulauan Tanimbar sebesar USD 92 miliar.

​Di balik angka makroekonomi yang masif, Menteri ESDM menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk menjaga hak-hak masyarakat adat lokal. Bahlil mengumumkan kebijakan khusus terkait penyelesaian status lahan milik warga lokal yang berada di kawasan hutan.

“Meskipun berstatus kawasan hutan, masyarakat setempat telah berkebun di sana secara turun-temurun. Sesuai arahan Presiden, kami mengambil kebijakan ‘ganti untung’, bukan ganti rugi, demi menjaga tingkat kesejahteraan mereka. Investasi itu penting, namun kesejahteraan rakyat di daerah operasional jauh lebih utama,” tegas Bahlil.

Editor: Husen Toisuta

BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *