Nelayan di Daerah Konservasi Laut Banda Diminta Gunakan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan
AMBONKITA.COM,- Masyarakat nelayan di daerah konservasi laut Banda, diminta untuk menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan dan tidak mengganggu terumbu karang.
Himbauan itu disampaikan dalam operasi pengawasan yang dilakukan Direktorat Polairud Polda Maluku bersama stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon, dan instansi terkait lainnya, Minggu (24/7/2022).
“Hari ini KP.XVI-1005 melakukan kegiatan operasi patroli hari ke-5 bersama pengawasan PSDKP dan instansi terkait di daerah Zona konservasi laut Banda,” ungkap Direktur Polairud Polda Maluku, Kombes Pol Rosyid Harun, SIK.
- Polda Maluku Juara Tiga Ketahanan Pangan Polri, Kapolri Serahkan Bantuan Alsintan
- Ibu-Ibu MT Nurul Huda Hualoy Khatam Al-Qur’an, Generasi Muda Diajak Jadi Lebih “Kebal” Hoaks
- Ajang ISRA 2026 Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Borong Lima Penghargaan
- Volume Kendaraan Meningkat di Saumlaki Buntut Aktivitas Blok Masela, Pertamina dan Pemkab KKT Komitmen Jaga Keandalan Suplai BBM
Operasi bersama dilakukan untuk memantau, sekaligus menghimbau dan membina masyarakat nelayan yang menangkap ikan di area zona konservasi.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan atau menggunakan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Juga menggunakan alat penangkapan ikan yang tidak mengganggu kehidupan terumbu karang dan laut,” ungkapnya.
HIMBAUAN KESELAMATAN PELAYARAN
Selain mengerahkan tim di laut Banda, Rosyid mengaku pihaknya juga menggelar patroli pengawasan di perairan Masohi, kecamatan Seram Utara Timur Kobi, pelabuhan rakyat pantai timur Dobo dan pelabuhan Tulehu.
“Tim yang dikerahkan senantiasa mengingatkan masyarakat nelayan agar selalu memperhatikan alat keselamatan saat melaut, dan memperhatikan cuaca,” ujarnya.
Di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, dikerahkan KP.XVI-2007. Di sana, tim juga melakukan pembagian masker, dan menghimbau warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Kita himbau warga agar tetap menggunakan masker, menjahui keramaian, selalu mencuci tangan,” katanya.
Sementara di kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, tim yang dikerahkan yaitu KP.XVI-2005. Bagi personil beragama Kristen, sekaligus mengikuti ibadah di gedung gereja Irene Dusun Sadar.








