Grand Final Band Pelajar Se-Maluku Cara Polisi Bangun Ruang Kreativitas Generasi Muda
AMBONKITA.COM, – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk semakin dekat dengan generasi muda melalui berbagai kegiatan positif dan inspiratif. Salah satunya diwujudkan oleh Polda Maluku melalui penyelenggaraan Grand Final Lomba Band Pelajar Se-Maluku yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota untuk berkompetisi, berkarya, serta mempererat persaudaraan melalui seni musik.
Grand Final yang berlangsung di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Ambon, Jumat (26/6/2026), diikuti sembilan grup band pelajar tingkat SMP dan SMA yang sebelumnya berhasil meraih juara pada tahapan seleksi di masing-masing Polres jajaran Polda Maluku.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk komitmen Polri dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda melalui ruang-ruang kreativitas yang sehat, produktif, dan edukatif.
- Dua Bulan Terakhir, Polda Maluku Gulung 11 Pelaku Kejahatan Jalanan dan Amankan Belasan Barang Bukti
- Polda Maluku Ungkap 33 Kasus Narkotika, 40 Tersangka Diamankan
- Tim SSDM Polri Kunjungi Polda Maluku Uji Langsung Hasil Tes Fisik Casis di Maluku
- Dorong Pembangunan Terminal Pelabuhan Ambon, Pelindo dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi
Grand Final dibuka secara resmi oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Iman Thobroni, didampingi Irwasda Polda Maluku Kombes Pol. I Made Sunarta serta dihadiri pejabat utama Polda Maluku, perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, para guru pendamping, serta orang tua peserta.
Dalam sambutannya, Wakapolda Maluku menegaskan bahwa lomba band pelajar bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan pengembangan bakat generasi muda Maluku.
“Melalui ajang ini kami ingin memberikan ruang bagi para pelajar untuk menyalurkan bakat dan kreativitas yang mereka miliki secara positif. Lomba ini bukan sekadar kompetisi musik, tetapi juga sarana untuk membangun karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, memperkuat persaudaraan, serta mengembangkan semangat sportivitas di kalangan generasi muda,” ujar Brigjen Pol. Iman Thobroni.
Menurutnya, Maluku memiliki potensi besar di bidang seni dan musik yang telah dikenal secara nasional. Oleh karena itu, ruang pembinaan bagi generasi muda perlu terus diperluas agar bakat yang dimiliki dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.
“Maluku dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak talenta di bidang seni dan musik. Karena itu kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan daerah, bahkan di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Lebih lanjut, Wakapolda menjelaskan bahwa musik tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan kerja sama yang penting bagi kehidupan generasi muda.
Menurutnya, harmoni dalam musik lahir dari kolaborasi berbagai alat musik yang dimainkan secara selaras. Nilai tersebut menjadi cerminan kehidupan bermasyarakat yang mengedepankan kebersamaan, saling menghargai, dan saling mendukung satu sama lain.
“Kami berharap para pelajar dapat menjauhi berbagai perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, perundungan, maupun tindakan yang dapat merusak masa depan mereka. Generasi muda harus menjadi pelopor perubahan melalui karya, prestasi, dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.
Wakapolda menambahkan bahwa generasi muda merupakan aset penting bangsa yang perlu mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
“Generasi muda adalah harapan masa depan Maluku dan Indonesia. Karena itu mereka harus diberikan ruang untuk berkarya, berprestasi, dan berkembang. Kami berharap Grand Final Band Pelajar ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus melahirkan talenta-talenta muda yang akan membawa nama baik Maluku di masa mendatang,” pungkasnya.
Dalam pelaksanaannya, Polda Maluku melibatkan dewan juri dari kalangan profesional dan pegiat seni musik untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Setelah melalui persaingan yang ketat, untuk kategori SMA, Juara I diraih SMA Negeri 8 Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Juara II SMA Negeri 2 Kota Ambon, dan Juara III SMA Negeri 4 Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.
Sementara untuk kategori SMP, Juara I diraih SMP Negeri 1 Kota Tual dan Juara II diraih SMP Laboratorium Universitas Pattimura Ambon.
Melalui Grand Final Band Pelajar Se-Maluku ini, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang kreatif, edukatif, dan inspiratif. Selain menjadi wadah pengembangan bakat, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat persatuan, membangun karakter positif, serta melahirkan generasi muda Maluku yang berprestasi dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme. Semangat kreativitas dan sportivitas yang ditunjukkan para peserta menjadi bukti bahwa generasi muda Maluku memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, unggul, dan berdaya saing.
Editor: Husen Toisuta








