AMBONKITA.COM,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku resmi menggandeng pengusaha kuliner lokal untuk memanfaatkan aset daerah yang selama ini belum dioptimalkan.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemprov menjalin kerjasama dengan Kafe Ujung JMP untuk mengelola sebagian Gedung Islamic Centre sebagai kawasan bisnis kuliner.
Perjanjian Kerjasama (PKS) ditandatangani pada Selasa, 19 Mei 2026, di ruang rapat Dinas PUPR Provinsi Maluku.
PKS tersebut diteken oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku, Hendrik J. Tamtelahitu, dan pemilik Kafe Ujung JMP, Levinus Kariuw.
Penandatanganan disaksikan Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Maluku, Rosa Imoliana, serta perwakilan Inspektorat dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Maluku.
Kadis PUPR Maluku, Hendrik J. Tamtelahitu, menyambut positif kerjasama ini. Menurutnya, PKS tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Maluku mengoptimalkan aset milik daerah agar mampu mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“PKS ini akan memberikan kontribusi yang baik bagi PAD Provinsi Maluku, sekaligus menunjang program-program Pemprov,” kata Tamtelahitu.
Tamtelahitu juga menegaskan bahwa kerjasama ini sejalan dengan program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Maluku.
Ia mengapresiasi inisiatif Levinus Kariuw yang memilih Gedung Islamic Centre sebagai lokasi ekspansi bisnis barunya.
“Selain berkontribusi bagi PAD, langkah ini juga akan membuka lapangan pekerjaan baru di Kota Ambon. Kami sangat mengapresiasi keberanian Pak Levi Kariuw dalam memilih Islamic Centre sebagai lokasi bisnis barunya,” ujar Tamtelahitu.
Senada dengan itu, Levinus Kariuw menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Maluku atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengelola aset daerah.
“Bersama Pemprov Maluku, kami akan menjadikan kawasan Gedung Islamic Centre dan sekitarnya sebagai pusat bisnis kuliner baru yang hidup,” kata Kariuw.
Kontrak kerja sama ini berlaku selama lima tahun ke depan.
Kehadiran gerai kuliner di lingkungan Islamic Centre diharapkan dapat menumbuhkan ekosistem bisnis baru di kawasan tersebut, sekaligus meningkatkan daya tarik dan aktivitas di sekitar bangunan pemerintah daerah ini.
Editor: Husen Toisuta










