Polisi Temui Siswa SMA Negeri 13 dan 5 Ambon
AMBONKITA.COM,- Ribuan siswa SMA Negeri 13 dan 5 Ambon ditemui secara terpisah oleh aparat Kepolisian Daerah Maluku yang melaksanakan Operasi Bina Waspada tahun 2023.
Operasi Bina Waspada bertujuan untuk mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Selain memberikan pembinaan, sosialisasi terkait pentingnya menjaga Kamtibmas, Polisi dari Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Maluku ini, juga menjadi inspektur upacara kenaikan bendera.
- Hattrick Gol Messi di Lapangan, Lautan Biru-Putih di Jalanan Ambon
- Perketat Seleksi Psikologi Casis Polri, Karo SDM Polda Maluku Tegaskan Rekrutmen Bebas Intervensi
- Pertamina Ingatkan SPBU, Penyaluran Pertalite tidak Sesuai Aturan Dikenai Sanksi
- Polda Maluku Dorong Kolaborasi Nasional Lindungi Perempuan dan Anak Melalui Forum Perempuan Seribu Pulau
Bertindak sebagai inspektur upacara pada SMA Negeri 13 Ambon yang berada di Hative Kecil, yaitu Kompol Hendrikus Rumsory, Kasubdit Polmas Ditbinmas Polda Maluku. Sementara di SMA Negeri 5 Ambon di Halong, yakni Iptu Sulaiman Tuatubun, Ps. Paur Sibinorsosmas Ditbinmas Polda Maluku.
Secara umum, ribuan siswa di SMA tersebut diminta agar selalu selektif dan berhati-hati dalam pergaulan. Mereka juga diharapkan tidak bergaul dengan orang yang baru dikenal, dan dapat mencari teman sebaya dan berperilaku baik. Ini agar mereka tidak terpengaruh pergaulan bebas yang akan mengarah pada perilaku dan tindakan tercela, bahkan bisa melanggar hukum.
BACA JUGA: Ratusan Siswa SPN Passo Makan Siang Bareng Kapolda
Para siswa juga diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan kesadaran diri agar terhindar dari pengaruh paham radikalisme, intoleran dan anti pancasila. Mereka juga diharapkan bisa berperan aktif dalam menjaga kamtibmas. Salah satu caranya yaitu dengan terlibat dalam berbagai kegiatan positif dan bermanfaat pada diri sendiri, serta bisa memberikan kontribusi kepada sekolah, bangsa dan negara.
“Kita ketahui bersama bahwa sampai saat ini kelompok radikalisme dan intoleransi masih terus mengembangkan paham mereka di tengah-tengah masyarakat agar mereka bisa mendapatkan kader baru,” kata Kompol Hendrikus Rumsory.
Kemajuan teknologi saat ini juga dimanfaatkan kelompok radikalisme yang anti pancasila. Mereka mengembangkan pemahaman mereka melalui media sosial (medsos) dan mampu mendoktrin para target melalui medsos.
“Saya harap adik-adik semua bisa tetap waspada dan dapat mencegah paham radikalisme dan intoleransi karena dengan dimikian maka ruang gerak mereka bisa dipersempit,” pintanya.
Operasi Bina Wapada sendiri merupakan operasi kewilayahan yang digelar seluruh Polda di Indonesia. Selama 14 hari operasi ini digelar di wilayah Maluku sejak tanggal 1 – 14 September 2023.
Editor: Husen Toisuta








