Suara Perempuan di Sidang Sinode GPM Maluku
AMBONKITA.COM- Sidang Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Ke-38 yang sedang berlangsung menuai sorotan dari aktifis perempuan yang menuntut adanya keterwakilan perempuan di Majelis Pekerja Harian (MPH).
Salah satunya aktifis perempuan Lusi Peilouw kepada AmbonKita.com, Senin (15/2/2021) di Teras Coffee, Jalan Soabali Kota Ambon, yang mengajak perempuan di lingkungan gereja untuk berani mencalonkan diri masuk dalam majelis ini.
Dia mempertanyakan kondisi saat ini yang belum benar-benar memastikan keterwakilan perempuan dalam kepengurusan Sinode.
- Investasi LNG Abadi Masela Rp342 Triliun Perkuat Ketahanan Energi dan Bangkitkan Ekonomi Indonesia Timur
- Presiden Prabowo Salurkan 3.000 Paket Sembako Kepada Warga Tanimbar
- Proyek LNG Abadi Blok Masela, Bahlil Tegaskan Lahan Warga Bukan Ganti Rugi
- Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela Dimulai, Presiden Prabowo: Ekonomi untuk Rakyat, Bukan Rakyat untuk Ekonomi
‘’Belum setara, sampai saat ini perempuan masih menjadi warga kelas dua dan bukan pihak yang bisa mengambil keputusan,’’ jelas Lusi.
Apakah perempuan dan laki-laki sudah bisa membangun relasi yang setara, tanya Lusi, apalagi banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga, bahkan kasus inses yang pelakunya adalah warga gereja.
Apa upaya pencegahan yang sudah dilakukan warga gereja terhadap kasus demikian. ‘’dalam khutbah di gereja-gereja juga tidak menyebutkan soal pencegahan kekerasan dalam rumah tangga,’’ cetusnya.








