Tim SSDM Polri Kunjungi Polda Maluku Uji Langsung Hasil Tes Fisik Casis di Maluku

26 June 2026, 06:50
Penulis: Editor

AMBONKITA.COM,– Komitmen Polri mewujudkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari segala bentuk intervensi kembali ditegaskan melalui pelaksanaan supervisi dan uji petik langsung terhadap hasil tes fisik calon siswa (casis) Bintara dan Tamtama Tahun Anggaran 2026 di Panda Polda Maluku.

Tim Supervisi dari Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri turun langsung ke Lapangan Tahapary Tantui, Ambon, Kamis (25/6/2026), untuk melakukan verifikasi terhadap pelaksanaan Uji Kesamaptaan Jasmani yang tengah berlangsung. Kegiatan ini menjadi bagian dari sistem pengawasan berlapis yang diterapkan Polri guna memastikan setiap tahapan seleksi berjalan objektif, profesional, dan berdasarkan kemampuan peserta.

Tim supervisi dipimpin Analis Kebijakan Madya Bidang Jianstra SSDM Polri selaku Ketua Tim Supervisi, Kombes Pol Dr. M. Adenan AS, didampingi sejumlah personel SSDM Polri. Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menggelar uji petik secara acak terhadap peserta yang sedang mengikuti tes fisik.

Melalui metode tersebut, peserta yang dipilih secara acak diminta kembali menjalani sejumlah item tes untuk memastikan kesesuaian hasil penilaian yang telah diberikan oleh tim penguji di tingkat daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kontrol kualitas sekaligus menjamin tidak adanya penyimpangan dalam proses penilaian.

Ketua Tim Supervisi SSDM Polri, Kombes Pol Dr. M. Adenan AS, menegaskan bahwa uji petik merupakan instrumen penting dalam menjaga kredibilitas dan integritas proses penerimaan anggota Polri.

“Uji petik dilakukan untuk memastikan bahwa setiap nilai yang diperoleh peserta benar-benar sesuai dengan kemampuan yang ditunjukkan di lapangan. Pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen Polri menjaga transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas dalam seluruh tahapan rekrutmen,” tegas Adenan.

Ia menambahkan, proses seleksi yang bersih dan bebas intervensi merupakan fondasi utama dalam menghasilkan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas.

“Tidak boleh ada ruang bagi praktik kecurangan, manipulasi, maupun intervensi dalam bentuk apa pun. Setiap peserta harus memperoleh kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan prestasinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro SDM Polda Maluku selaku Ketua Panitia Daerah Penerimaan Polri Tahun Anggaran 2026, Kombes Pol Jemi Junaidi, S.I.K., mengatakan kehadiran Tim Supervisi SSDM Polri menjadi bukti nyata keseriusan institusi dalam menjaga kualitas dan integritas proses rekrutmen anggota Polri.

Menurutnya, pengawasan langsung dari Mabes Polri memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan sesuai standar nasional yang berlaku dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

“Kehadiran Tim Supervisi SSDM Polri menjadi bentuk pengawasan langsung agar seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan. Kami berkomitmen menjaga integritas proses penerimaan dengan mengedepankan prinsip BETAH sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan prestasinya,” kata Jemi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rekrutmen Polri bukan sekadar mencari calon anggota yang memiliki kemampuan fisik yang baik, melainkan juga menjaring generasi terbaik bangsa yang memiliki integritas, karakter, serta kesiapan untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Polri membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, adaptif, dan berintegritas. Karena itu, setiap tahapan seleksi harus dilaksanakan secara objektif agar mampu menghasilkan personel yang benar-benar berkualitas dan siap menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan,” lanjutnya.

Pada hari kedua pelaksanaan seleksi, materi yang menjadi fokus uji petik meliputi Kesamaptaan B yang terdiri atas pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run, serta Kesamaptaan C berupa tes ketangkasan renang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di bawah pengawasan ketat tim supervisi SSDM Polri bersama pengawas internal dari Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Maluku.

Sistem pengawasan berlapis yang diterapkan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam memperkuat reformasi bidang sumber daya manusia dan membangun kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen anggota Polri.

Melalui supervisi dan uji petik langsung di lapangan, Polri kembali menegaskan bahwa rekrutmen anggota Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara profesional, transparan, dan bebas intervensi, sehingga hanya peserta terbaik yang berhak melangkah ke tahapan berikutnya dan menjadi bagian dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Editor: Husen Toisuta

BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *