DPRD Maluku Soroti WNA di Tambang Emas Gunung Botak

26 May 2026, 22:51
Penulis: Editor

AMBONKITA.COM,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di kawasan tambang emas gunung botak, kabupaten Buru. Salah satunya adalah hadirnya warga negara asing di kawasan tersebut.

Kurang lebih 24 WNA asal Cina ditemukan ilegal beroperasi di kawasan tambang emas tersebut.

Edison Sarimanella, anggota Komisi I DPRD Maluku, usai rapat paripurna penutupan masa persidangan II dan pembukaan masa persidangan III pada Senin malam (25/5/2026), menekankan, terkait pengawasan ketat terhadap tenaga kerja asing.

Menurutnya, WNA hanya dapat dipe­kerjakan untuk jabatan tertentu, sektor tertentu, dan dalam jangka waktu tertentu melalui sistem kontrak kerja, bukan sebagai karyawan tetap.

Seluruh instansi terkait yang terga­bung di dalam tim pengawasan orang asing (TIMPORA) baik Kanwil Hukum dan HAM, TNI-Polri, Imi­grasi, Bea Cukai maupun pemerintah daerah untuk melihat persoalan ini secara serius agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Pengawasan terha­dap tenaga kerja asing tidak hanya menjadi tanggung jawab Imigrasi, tetapi juga memerlukan koordinasi lintas instansi, termasuk TIMPORA, Bea Cukai, hingga instansi teknis lainnya.

“Setidaknya instansi teknis harus berkolaborasi dengan Imigrasi, Bea Cukai maupun Tim Pengawasan Orang Asing yang bertugas di pintu masuk bandara dan pelabuhan untuk melakukan pemantauan terhadap setiap orang asing yang masuk dan keluar dari daerah ini,” jelasnya.

Sarimanella mengaku pihaknya akan melakukan kon­sultasi dengan pimpinan DPRD Maluku untuk memanggil pihak-pihak terkait dalam rapat dengar pendapat.

“Karena ini masukan maka kita perlu komunikasikan dulu dengan pim­pinan DPRD Provinsi Maluku untuk melihat persoalan ini karena banyak tenaga kerja asing masuk tanpa ada izin,” ujarnya.

Aparat penegak hukum juga diminta memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut, agar penanganannya dilakukan se­cara transparan dan sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Persoalan ini menjadi atensi Ko­misi I dan kami minta pihak kepolisian dan kejaksaan memberi perhatian serius terhadap masalah ini,” harapnya.●

Editor: Husen Toisuta

BACA BERITA TERKINI AMBONKITA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *