AMBONKITA.COM,– Komisi IV DPRD Maluku mengingatkan agar proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 pada sejumlah SMA unggulan di Kota Ambon berjalan sesuai ketentuan tanpa adanya penambahan kuota maupun praktik titipan siswa.
Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Saudah Tethool, mengatakan pendaftaran untuk SMA Negeri 1 Ambon, SMA Negeri 2 Ambon, SMA Negeri 11 Ambon, SMA Negeri 13 Ambon dan SMA Negeri Siwalima telah dibuka dan akan berlangsung hingga 13 Juni 2026.
“Hari ini sudah mulai dibuka pendaftaran pada sekolah-sekolah tersebut sampai tanggal 13 Juni dan hasilnya akan diumumkan pada tanggal 23 Juni,” kata Tethool kepada wartawan di DPRD Maluku, Senin (8/6/2026).
Komisi IV tidak menginginkan persoalan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya kembali terulang, dimana sekolah-sekolah unggulan dipaksa menerima siswa melebihi kapasitas yang telah ditetapkan pemerintah.
“Pada tahun 2024 dan 2025 ketika anak-anak dipaksakan masuk ke sekolah-sekolah tersebut, pada akhirnya menjadi masalah di kemudian hari. Karena itu Komisi IV mengambil langkah untuk tidak lagi memaksakan SMA 1, SMA 2, SMA 11 dan SMA 13 menerima siswa melampaui batas yang ditentukan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kuota penerimaan siswa baru telah ditetapkan sesuai jumlah rombongan belajar (rombel) yang tersedia. SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 masing-masing memiliki delapan rombel dengan kuota 224 siswa, sementara SMA Negeri 11 dan SMA Negeri 13 masing-masing memiliki sembilan rombel dengan kuota 324 siswa.
Selain sekolah unggulan tersebut, kata Tethool, masih terdapat sejumlah sekolah lain yang dapat menjadi pilihan bagi siswa yang tidak lolos seleksi, seperti SMA Kristen, SMA Muhammadiyah, dan sejumlah sekolah swasta lainnya.
Tethool menjelaskan, sistem penerimaan siswa baru tahun ini menggunakan jalur afirmasi, domisili, mutasi dan jalur prestasi sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, sekolah juga menerapkan sistem seleksi dan perangkingan sesuai kuota yang tersedia.
“Yang diterima adalah mereka yang berada pada peringkat terbaik sesuai kuota. Karena itu seharusnya tidak ada lagi siswa titipan pada sekolah-sekolah tersebut,” ujarnya.
Editor: Husen Toisuta












