162 Pasien Covid-19 di Maluku Sembuh, Penambahan Kasus Berkurang
AMBONKITA.COM– Sebanyak 162 pasien covid-19 yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Maluku dalam empat hari terakhir dinyatakan sembuh dari virus ini. Menurut Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku jumlah kesembuhan ini lebih tinggi dari jumlah penambahan kasus baru selama seminggu terakhir.
Kasrul Selang, Ketua Gugus Tugas Percepatan dan penanganan Covid-19 Provinsi Maluku menyatakan tingginya angka kesembuhan ini membuktikan kesungguhan pihaknya menangani situasi pandemic di Maluku.
‘’ Jika dibandingkan dengan penambahan kasus baru dalam empat hari terakhir, pasien sembuh tercatat lebih banyak. Dalam empat hari terakhir ini, 14-17 September kita catat sudah lebih banyak yang sembuh yakni 162 dari pada kasus yang bertambah, hanya 69 kasus, ‘’ tegas Kasrul kepada Tribunambon.com. Jumat (18/9/2020).
- Tim SSDM Polri Kunjungi Polda Maluku Uji Langsung Hasil Tes Fisik Casis di Maluku
- Polri Mutasi Besar-besaran, 1.121 Personel Dirotasi Termasuk Wakapolda Maluku
- PT Ambon Perberat Hukuman Tiga Terdakwa Korupsi BUMD PT. Tanimbar Energi, Eks Bupati Divonis Penjara 7 Tahun
- Dorong Pembangunan Terminal Pelabuhan Ambon, Pelindo dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi
Menurut Kasrul, dari 162 pasien sembuh itu, terbanyak dari Kota Ambon yang mencatatkan sebanyak 135 pasien sembuh disusul Kabupaten Maluku Tengah dan Maluku Tenggara masing-masing 5 pasien sembuh, selanjutnya 4 pasien dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan 3 pasien dari Kota Tual.
Sementara data satgas menyebutkan rincian dari penambahan 69 kasus baru, masing-masing dari Kota Ambon 61 kasus, Maluku Tengah dan Aru masing-masing 3 kasus baru serta Seram Bagian Barat (SBB) 2 kasus baru.
Memang kata Kasrul, yang sembuh ini banyaknya pasien yang sembuh dalam empat hari terakhir ini merupakan pasien covid-19 tapi tanpa gejala atau OTG.
“Jadi begini yang dari belakang ini kita banyak melakukan tes massal secara masif di perkantoran. Dan memang dapat pasien banyak, cuman sebagian besar itu 90 persen tanpa gejala (OTG). Yang tanpa gejala ini kalau dikarantina terpusat, makannya bagus, psikisnya bagus maka kesembuhannya bisa cepat,”jelasnya.
Data satgas hingga hari ini mencatat kasus positif sebanyak 2503, dalam perawatan 883, meninggal 38 orang, dan berhasil sembuh 1582 orang. (IS)








