288 Desa di Maluku Belum Masuk Listrik
Ia mengungkapkan, penyambungan listrik juga menjadi masalah. Sebab, desa-desa yang belum terlistriki ini berada di daerah 3T. Sehingga sebagian besar tingkat perekonomian masyarakat masih rendah.
“Jadi kalau pemasangan listrik otomatis memerlukan biaya pasang meter. Itu kadang masyarakat tidak mampu sehingga mungkin nanti tidak sampai 100 persen yang bisa pasang listrik. Sehingga tentu pendapatan PLN akan berkurang,” ujarnya.
Sehingga dengan demikian, dibutuhkan sinergitas dalam pemberdayaan masyarakat di desa-desa tersebut. Harapannya agar pendapatan masyarakat meningkat sehingga mampu menyambung listrik.
- Ibu-Ibu MT Nurul Huda Hualoy Khatam Al-Qur’an, Generasi Muda Diajak Jadi Lebih “Kebal” Hoaks
- Ajang ISRA 2026 Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Borong Lima Penghargaan
- Volume Kendaraan Meningkat di Saumlaki Buntut Aktivitas Blok Masela, Pertamina dan Pemkab KKT Komitmen Jaga Keandalan Suplai BBM
- Stok Baik Penyaluran BBM di Masohi Berjalan Normal
“Ketimbang mereka harus memakai genset dengan bahan bakar fosil (minyak tanah, solar) ini sudah naik dan itu lebih besar biayanya. Sementara PLN sendiri dengan program-program listrik ini masih ada subsidi dari pemerintah kabupaten kota,” jelasnya.
Pihaknya, lanjut Yos, juga akan mendorong pemerintah pusat agar dapat memperhatikan persoalan tersebut. Sebab, permasalahan ini kombain dengan program Pemerintahan Jokowi pada periode pertama yakni Indonesia Terang.
“Dari sisi pembiayaan mungkin pemerintah daerah bisa mendorong agar pemerintah pusat memperhatikan hal tersebut,” harapnya.
Editor: Husen Toisuta
BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS








