Rangkul Tukang Ojek Poka, Polda Maluku Kampanyekan Keselamatan Jalan Raya
AMBONKITA.COM,– Sadar bahwa ketertiban jalan raya tidak bisa dipaksakan hanya lewat tilang dan penegakan hukum, Polda Maluku memilih pendekatan yang lebih humanis. Melalui Satgas Preemtif Operasi Simpatik Salawaku 2026, kepolisian merangkul komunitas pengemudi ojek pangkalan di kawasan Poka, Kota Ambon, Jumat (27/6/2026).
Dalam aksi simpatik tersebut, para personel kepolisian membagikan brosur keselamatan sekaligus menggelar dialog interaktif dengan para pengendara roda dua yang saban hari mengais rezeki di jalanan.
Kasatgas Preemtif, Ipda Fadli, yang memimpin langsung kegiatan ini menegaskan, pengemudi ojek memiliki posisi strategis. Mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat pengguna transportasi publik setiap hari.
“Para pengemudi ojek adalah mitra penting. Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri, tapi juga menjadi contoh dan pelopor bagi penumpangnya agar selalu mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Ipda Fadli.
- Grand Final Band Pelajar Se-Maluku Cara Polisi Bangun Ruang Kreativitas Generasi Muda
- Dua Bulan Terakhir, Polda Maluku Gulung 11 Pelaku Kejahatan Jalanan dan Amankan Belasan Barang Bukti
- Polda Maluku Ungkap 33 Kasus Narkotika, 40 Tersangka Diamankan
- Tim SSDM Polri Kunjungi Polda Maluku Uji Langsung Hasil Tes Fisik Casis di Maluku
Di sela-sela dialog, polisi mengingatkan kembali pentingnya hal-hal prinsipil yang kerap diabaikan, seperti penggunaan helm berstandar SNI (baik untuk pengendara maupun penumpang), kelengkapan surat kendaraan (STNK dan SIM), kepatuhan penuh terhadap rambu lalu lintas, dan larangan berkendara ugal-ugalan demi mengejar setoran.
Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menjelaskan, Operasi Simpatik Salawaku 2026 memang sengaja mengedepankan strategi preemtif dan edukatif. Tujuannya jelas, yaitu mencegah pelanggaran dan kecelakaan sebelum terjadi.
“Keselamatan berlalu lintas itu tanggung jawab bersama. Melalui komunitas transportasi publik seperti ojek pangkalan ini, kita ingin membangun budaya tertib dari akar rumput,” kata Rositah.
Ia menambahkan, operasi kali ini tidak menitikberatkan pada sanksi hukum, melainkan pada sentuhan humanis agar keselamatan di jalan raya bergeser dari sekadar kewajiban menjadi sebuah kebutuhan bersama.
Langkah jemput bola dari Polda Maluku ini mendapat respons positif dari komunitas setempat. Ketua Pangkalan Ojek Poka, Irwan, mengaku edukasi langsung seperti ini jauh lebih efektif dan menyentuh para anggotanya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pesan keselamatan ini akan terus kami ingatkan ke semua anggota pangkalan agar selalu tertib saat mengantar penumpang,” tutur Irwan.
Editor: Husen Toisuta








