Pencinta Gowes Makin Marak di Ambon, Gaya Hidup, Komunitas hingga Aksesoris Sepeda
AMBONKITA.COM – Pencinta gowes di Ambon makin ramai, seperti halnya kota-kota besar lainnya di Indonesia, gowes atau olahraga sepeda semakin bergeser ke arah gaya hidup.
Gaya hidup bukan hanya soal memperbaharui asesoris sepeda tapi juga membentuk komunitas-komunitas.
Di kota kecil seperti Kota Ambon, terdata belasan komunitas sepeda meski berbanding terbalik dengan keberadaan toko-toko asesoris sepeda dan bengkel sepeda.
- Tim SSDM Polri Kunjungi Polda Maluku Uji Langsung Hasil Tes Fisik Casis di Maluku
- Polri Mutasi Besar-besaran, 1.121 Personel Dirotasi Termasuk Wakapolda Maluku
- PT Ambon Perberat Hukuman Tiga Terdakwa Korupsi BUMD PT. Tanimbar Energi, Eks Bupati Divonis Penjara 7 Tahun
- Dorong Pembangunan Terminal Pelabuhan Ambon, Pelindo dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi
Rizal Samal, salah satu pegowes yang memilih sepeda road bike (RB) sebagai kendaraan gowes kepada AmbonKita.com, Senin (8/2/2021) via whassapp menyebutkan ada belasan komunitas yang tumbuh di Ambon.
”Ada banyak komunitas bukan sedikit ya, salah satunya Brico untuk kalangan pegawai Bank BRI di Ambon, ” jelas Rizal.
Namun menurut Rizal sebenarnya pegowes di Ambon membentuk komunitas berdasarkan sepeda yang digunakan seperti RB, MTB atau sepeda lipat (seli).
Bahkan ada juga sepeda vintage dan komunitas pesepeda yang sudah lama sekali terbentuk jauh sebelum gowes menjadi trend olah raga saat ini, seperti Cakadidi, BBC dan Galaxi.
Seiring makin maraknya pencinta sepeda di Kota Ambon bermunculanlah kelompok pesepeda seperti Ambon Mountain Bike, Ambon Bicycle Community, Vintage Ambon, Brico Ambon, Seli Ambon, Pelaribike, Stag stag, Biker Kawanua Community, KBRS, Kaco-kaco, Gete-gete, dan BKC.
Keseluruhan kelompok ini bernaung pada Ambon Cycling Community (ACC). Lantaran banyaknya anggota kelompok kecil yang tergabung pada organisasi induknya ini.
Rata-rata kelompok pesepeda ini membentuk diri berdasarkan jenis sepeda namun juga lebih cenderung asal komunitas dari kalangan sendiri.
Misalnya Pelaribike yang mengumpulkan pelari dan pencinta sepeda dalam satu komunitas.
Namun menurut Halid Sabban seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Agama Seram Bagian Barat, biasanya goweser membentuk diri karena kecintaannya pada sepeda.
”Banyak komunitas yang terbentuk dari berbagai kalangan, itu karena hobinya sama dan senang bersepeda saja,” jelas Halid kepada AmbonKita.com via sambungan telepon, Senin.








