Diduga Depresi Berat, Tahanan Anak Ini Tewas Gantung Diri di LPKA Ambon

10 October 2022, 05:02
Penulis: Editor

AMBONKITA.COM,- Naas menimpa Syahrun Hasim Parry. Anak Didik Pemasyarakatan (Andipas) pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II Ambon, ini ditemukan tewas gantung diri, Senin (10/10/2022).

Remaja 18 tahun ini diduga mengalami depresi berat hingga memilih nekat gantung diri di dalam kamar wisma Hunian LPKA Ambon di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Korban yang merupakan warga desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, ditemukan tewas gantung diri menggunakan sehelai kain sarung berwarna merah hitam.

Kapolsek Baguala AKP Meity Jacobus, mengungkapkan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh tahanan anak lainnya yaitu IN (18).

“Saksi menjelaskan pada pukul 05.30 WIT dia terbangun dan melihat ke arah jendela. Dia melihat korban telah tergantung di atas koseng jendela kamar tahanan lapas anak,” kata Meity.

BACA JUGA: Laka Tunggal di Jalan Latumeten Ambon Bukan Dibegal, Korban Mabuk

Melihat hal itu, IN langsung membangunkan saksi lainnya yaitu OM untuk melihat korban. Setelah itu saksi memberitahukan kepada petugas piket Lapas.

“Setelah itu petugas bersama 2 rekannya masuk ke dalam ruang kamar melihat kondisi korban yang telah meninggal tergantung di jendela, kemudian korban diturunkan setelah itu dilarikan ke rumah sakit Ottokwick Passo,” jelasnya.

Menurut Simon Sariwating, 30 tahun, petugas LPKA Ambon, mengaku pihaknya diberitahukan sekira pukul 05.50 WIT. Mendapat laporan itu, saksi kemudian menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan.

“Setelah melihat hal tersebut saksi bersama rekan-rekan lainnya melepaskan ikatan kain dan menurunkan korban kemudian dilarikan ke rumah sakit,” kata Meity mengutip keterangan saksi.

Hingga kini belum diketahui pasti penyebab sehingga korban nekat mengakhir hidupnya.

“Korban gantung diri dikarenakan ada masalah pribadi yang tidak sempat diberitahukan kepada keluarganya ataupun teman-temannya,” tutup Meity.

Editor: Husen Toisuta

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *